Minggu, 21 Juni 2026

Biaya Layanan Fintech Lending Tinggi Karena Asuransi, Begini Penjelasannya

Penulis : Prisma Ardianto
22 Sep 2023 | 20:37 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Shutterstock)

JAKARTA, investor.id - Asuransi disebut-sebut sebagai salah satu komponen biaya tertinggi dalam layanan fintech p2p lending. Gayung bersambut, kata berjawab. Tingkat wanprestasi dari penyelenggara jadi penentu.

Mengacu laman Akseleran, asuransi kredit/pembiayaan/pinjaman merupakan sebuah proteksi yang dapat menekan risiko gagal bayar dari penerima pinjaman (borrower). Asuransi kredit punya fungsi menjamin pengembalian dana akibat gagal bayar tetapi dengan persentase tertentu, sesuai dengan isi polis yang berlaku.

Saat ini asuransi kredit masih diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2008 (PMK 124/2008) tentang Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship. Dalam ketentuan tersebut, asuransi kredit punya pengertian lini usaha asuransi umum yang memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial penerima kredit apabila penerima kredit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit.

ADVERTISEMENT

Khusus di fintech p2p lending, asuransi kredit dibebankan kepada para pemberi pinjaman (lender). “Asuransi kredit itu typically jadi beban lender,” ungkap Group CEO & Co-Founder Ivan Nikolas saat dihubungi Investor Daily, Jumat (22/9/2023).

Dengan demikian, komponen biaya asuransi bukan dibebankan kepada borrower maupun penyelenggara fintech p2p lending. Asuransi juga hanya satu komponen biaya disamping biaya-biaya lainnya, yang akan terakumulasi menjadi biaya kredit atau yang dikenal sebagai cost of credit (CoC).

Pada gilirannya, biaya-biaya tersebut yang menentukan besaran tingkat bunga pinjaman kepada borrower. Sehingga besaran tingkat bunga pinjaman masing-masing penyelenggara pun akan berbeda, menyesuaikan berbagai hal seperti kapabilitas seleksi kredit, teknologi, dan hal-hal lainnya.

Adapun tingkat bunga pinjaman fintech p2p lending telah diatur dan disepakati Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yakni maksimal 0,4% per hari. Besaran ini hanya ditujukan kepada pinjaman-pinjaman dengan tenor pendek khususnya untuk pinjaman konsumtif. Sementara tingkat bunga pinjaman produktif ditetapkan sebesar 12-24% per tahun.

Komponen Biaya Tertinggi

Direktur Utama PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Bernardino Moningka Vega menjelaskan, biaya layanan khususnya di AdaKami terdiri beberapa komponen yang mencakup technology fee, biaya asuransi, collection fee, dan beberapa komponen lain. Tingkat komponen tersebut juga disesuaikan porsinya tergantung dari produk pinjaman.

“Setiap produk komposisinya berubah ubah, jadi yang harus ada di situ adalah biaya asuransi. Jadi setiap nasabah yang meminjam harus diasuransikan, dan ini kadang-kadang tinggi. Karena disini tidak ada jaminan, karena pinjol (pinjaman online) ditujukan ke masyarakat undeserved dan unbanked, maka tingkat biaya disesuaikan,” terang Bernardino seperti dikutip dari Antara.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia