Literasi dan Inklusi Syariah Perlu Terus Didorong agar Bisnis Syariah Semakin Besar
Sentul, Investor.ID - Indonesia punya potensi besar menjadi kekuatan ekonomi dan keuangan syariah dunia. Beberapa catatan menunjukkan Indonesia merupkan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Pertumbuhan total aset keuangan syariah (perbankan, pasar modal, dan IKNB) selama tiga tahun terakhir (2018-2023) mencapai 13,7% dan mencapai angka Rp2.450,55 triliun hingga Juni 2023.
Pertumbuhan keuangan syariah yang cukup baik tersebut, dapat diselaraskan dengan potensi lain yang juga menjanjikan seperti aspek sosial dan potensi industri halal. Demikian disampaikan Kepala Grup (Direktur) Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) M Ismail Riyadi.
"Salah satu keunggulan keuangan syariah di Indonesia adalah terhubungnya aspek sosial dan komersial melalui produk syariah yang dikaitkan dengan fitur zakat atau wakaf," imbuhnya saat menyampaikan keynote speech dalam Media Workshop bertema Sinergi BCA Syariah & Media Tingkatkan Literasi & Inklusi Perbankan Syariah, di Sentul, Bogor (27/10).
Berdasarkan data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) potensi dana yang dapat terhimpun melalui zakat mencapai Rp392 triliun per tahun, sementara menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI)potensi dana yang terhimpun melalui wakaf sebesar Rp180 triliun per tahun.
"Kita juga punya potensi dari industri halal melalui ekspor produk halal ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Saat ini Indonesia menjadi peringkat keempat dan dapat menambah US$5,1 miliar atau Rp72,9 triliun dari industri halal," tambahnya.
Ismail menjelaskan, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah agar lebih melaju adalah persoalan literasi dan inklusi.
Survei OJK selama beberapa tahun terakhir memang menunjukkan angka kenaikan, namun gap untuk keuangan syariah dibanding konvensional masih besar. Sebagai gambaran, indeks literasi keuangan syariah tahun 2022 tercatat sebesar 9,14% padahal indeks keuangan konvensional sudah 49,68%. Sementara indeks inklusi keuangan syariah pada 2022 tercatat 12,12%, jauh dibandingkan inklusi keuangan konvensional yang sudah 85,1%.
Presiden Direktur PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah)Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, literasi dan inklusi merupakan tugas bersama dari semua stakeholder. Pemerintah dalam hal ini OJK, para pelaku industri, asosiasi, juga media. Karena itu, BCA mengadakan media workshop sebagai bagian dari komitmen BCA Syariah dalam upaya mendorong kenaikan literasi keuangan. Sebagai mitra, media pun punya peran dalam memberikan informasi dan menyebarkan pemberitaan terkait perbankan syariah untuk masyarakat.
Pada kegiatan ini BCA Syariah turut bekerja sama dengan Jurnalis Ekonomi Syariah (JES), forum wartawan yang kesehariannya meliput kegiatan ekonomi syariah di masyarakat, antara lain perbankan syariah, asuransi syariah, multifinance syariah dan lain-lain. Topik yang disampaikan pada media workshop kali adalah cara membaca laporan keuangan perbankan syariah.
“Para jurnalis memiliki peran strategis di dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang keuangan syariah. Salah satu tujuan dari workshop ini adalah meningkatkan kapabilitas wartawan untuk dapat membaca laporan keuangan sehingga dapat menghasilkan pemberitaan yang berkualitas dan akurat mengenai perbakan syariah,” kata Yuli.
Bertepatan juga dengan Bulan Inklusi keuangan yang berlangsung selama bulan Oktober, acara ini merupakan salah satu kegiatan BCA Syariah dalam melakukan edukasi ke berbagai segmen masyarakat”, tuturnya.
BCA Syariah turut mendukung kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2023 yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan berbagai rangkaian kegiatan literasi dan inklusi. Sampai dengan September 2023, BCA Syariah telah melaksanakan tidak kurang dari 31 kegiatan edukasi keuangan syariah dengan jumlah peserta mencapai 6.500 dengan peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, wartawan dan pelaku UMKM.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler


