Sabtu, 4 April 2026

Riset: 63% Milenial di Indonesia Aktif Menggunakan Paylater

Penulis : Prisma Ardianto
31 Okt 2023 | 17:55 WIB
BAGIKAN
Sejumlah peserta berpose mengenakan busana kebaya saat mengikuti parade milenial berkebaya dalam acara Festival Kota Lama 2023 di Taman Garuda Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/9/2023). Parade perempuan berkebaya peranakan yang diikuti ratusan pelajar Kota Semarang dan enam pelajar internasional tersebut sebagai upaya mengenalkan serta melestarikan salah satu busana khas Indonesia kepada generasi muda. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar/nz)
Sejumlah peserta berpose mengenakan busana kebaya saat mengikuti parade milenial berkebaya dalam acara Festival Kota Lama 2023 di Taman Garuda Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/9/2023). Parade perempuan berkebaya peranakan yang diikuti ratusan pelajar Kota Semarang dan enam pelajar internasional tersebut sebagai upaya mengenalkan serta melestarikan salah satu busana khas Indonesia kepada generasi muda. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar/nz)

JAKARTA, investor.id – Riset terbaru dari Populix mengungkapkan bahwa 63% milenial di Indonesia aktif memanfaatkan produk pinjaman bayar nanti (paylater) atau yang juga dikenal buy now pay later (BNPL).

Riset Populix yang dimaksud bertajuk "Unveiling Indonesia’s Financial Evolution: Fintech Lending and Paylater Adoption". Riset ini bertujuan mengungkap motivasi dan tren di balik popularitas yang semakin meningkat dari layanan paylater di kalangan masyarakat Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat pertumbuhan pengguna sebesar 18,18 juta kontrak atau sebesar 33,25% year on year (yoy) menjadi 72,88 juta kontrak per Mei 2023. Co-founder & CEO Populix Timothy Astandu mengungkapkan, hasil penelitian menunjukkan paylater memainkan peran signifikan dalam aktivitas ekonomi Indonesia saat ini.

Advertisement

Keterjangkauan paylater yang semakin meningkat bagi masyarakat, fleksibilitas dalam pembayaran cicilan, hingga kemudahan dalam proses registrasi mendorong penggunaan paylater sebagai salah satu solusi pembayaran inovatif untuk melakukan transaksi.

“Lebih dari itu, survei juga mengungkap masyarakat Indonesia cukup bijak dalam mengelola keuangannya, di mana hal ini terlihat dari mayoritas responden yang hanya memiliki cicilan paylater kurang dari 1 juta rupiah dalam sebulan,” ungkap Timothy dalam keterangan resmi, Selasa (31/10/2023).

Dari hasil survei yang dilakukan pada September 2023 terhadap 1.017 responden pria dan wanita di Indonesia, sebanyak 55% responden menyatakan pernah melakukan pembayaran menggunakan layanan paylater. Mayoritas penggunanya berasal dari pulau Jawa (55%), dan didominasi oleh generasi milenial (63%) dari kelas sosial atas (59%).

Riset: 63% Milenial di Indonesia Aktif Menggunakan Paylater
Sumber: Populix

Riset turut mengungkap bahwa mayoritas responden menggunakan layanan paylater kurang dari sebulan sekali (51%) dan rata-rata hanya menggunakan satu aplikasi (82%).

Dari banyaknya brand penyedia layanan paylater yang masuk di pasar Indonesia, Shopee Paylater (89%) menjadi Top of Mind responden. Kemudian disusul dengan GoPay Later (50%), Kredivo Paylater (38%), Akulaku Paylater (36%), Traveloka PayLater (27%), Home Credit (16%), Indodana (13%), dan Atome (5%).

Selain menduduki posisi Top of Mind, Shopee PayLater (77%) juga menjadi brand yang paling sering digunakan. Lalu disusul oleh GoPay Later (28%), Akulaku Paylater (18%), Kredivo Paylater (14%), Traveloka PayLater (9%), Indodana (4%), Home Credit (3%), dan Atome (2%).

Riset: 63% Milenial di Indonesia Aktif Menggunakan Paylater
Sumber: Populix

Mayoritas responden yang mencakup 82% memiliki cicilan paylater kurang dari Rp 1 juta per bulannya. Lebih dari itu, nominal terbesar yang pernah digunakan oleh sebagian besar responden (75%) juga sebesar kurang dari Rp 1 juta.

“Hal ini menunjukkan bahwa responden telah memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik dengan membatasi nominal cicilan yang mereka miliki sehingga pengeluaran bulanan tetap terkendali,” ungkap Timothy.

Dari segi pemanfaatan, para responden menggunakan paylater untuk beberapa kebutuhan. Mulai dari pembelian paket data/internet/listrik (48%), pakaian (48%), pengeluaran bulanan (35%), elektronik dan aksesoris (21%), gadget terbaru (19%), serta liburan (10%).

Dalam memilih brand paylater, responden akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti terkoneksi dengan marketplace (71%), terdaftar di OJK (67%), pembayaran cicilan yang fleksibel (57%), kemudahan registrasi (52%) dan bunga rendah (50%).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 6 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 14 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia