AAUI: Premi Asuransi Umum Tumbuh 10,1% pada Kuartal III-2023
JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan kinerja dari 72 perusahaan asuransi umum sampai dengan kuartal III-2023. Sampai periode tersebut, produksi premi industri asuransi umum tercatat mencapai Rp 73,58 triliun atau tumbuh 10,1% secara tahunan (year on year (yoy).
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset Trinita Situmeang menerangkan, pertumbuhan premi dari industri asuransi umum sejalan dengan perkembangan dari perekonomian Indonesia. Meskipun pada kuartal III-2023, ekonomi Indonesia tumbuh 4,94% atau lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 5,17%.
Adapun pada pencatatan pembukuan premi Triwulan III tahun 2023, ada 3 lini usaha yang terkontraksi yakni lini usaha Asuransi Energy Offshore, Asuransi Properti, dan Asuransi Satelit. Sedangkan lini usaha lainnya tercatat tumbuh positif dibandingkan periode yang sama di tahun 2022.
“Sementara, untuk pencatatan pertumbuhan premi tertinggi di kuartal III-2023 ini terjadi pada lini usaha Asuransi Engineering (53,8%), Surety Ship (39,7%) dan Personal Accident (33,1%),” ungkap Trinita di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Pangsa Pasar perolehan premi di kuatal III-2023 masih didominasi Asuransi Properti sebesar 25,3%. Disusul lini usaha kendaraan bermotor sebesar 19,8% dan asuransi kredit dengan porsi 18,8%. ketiga lini usaha ini mencakup pangsa 63,9% dari perolehan premi Industri Asuransi Umum pada kuartal III-2023.
Dari perkembangannya, Trinita menerangkan Asuransi Properti atau Asuransi Harta Benda masih menduduki posisi pertama untuk pangsa pasar terbanyak pada pencatatan premi kuartal III-2023 ini. Meski demikian, pencatatan premi Asuransi Harta Benda ini terkontraksi jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Pada periode ini, lini usaha Asuransi Harta Benda terkontraksi sebesar 9,3% (menjadi Rp 18,65 triliun). Hal ini diantaranya karena hardening market yang berdampak pada menurunnya kapasitas dari reasuransi yang dapat diserap, oleh karena itu banyak yang melakukan self insured,” jelas Trinita.
Selanjutnya untuk lini usaha Asuransi Kendaraan Bermotor, pertumbuhan positif dicatatkan pada kuartal III-2023 ini. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022 lalu, lini usaha ini dicatatkan tumbuh 11,9 % menjadi Rp 14,5 triliun.
“Tentunya, lini usaha ini masih tetap menjadi pangsa pasar terbanyak ke-2 karena faktor tumbuhnya retail sales untuk kendaraan roda dua maupun roda empat,” imbuh Trinita.
Sedangkan dari lini Asuransi Kredit masih mampu mencatatkan pertumbuhan perolehan premi di periode ini dengan perolehan premi kuartal III-2023 mencapai Rp 13,8 triliun. Naik jika dibandingkan periode sebelumnya yakni sebesar Rp 10,77 triliun.
“Faktor pendukung utama dari tumbuhnya pencatatan premi asuransi kredit tak lepas dari penyaluran kredit dari yang juga tumbuh pada seluruh jenis kredit yang disalurkan. Disamping itu, pemerintah juga terus meningkatkan risiko penyaluran kredit agar tetap terjaganya pertumbuhan kredit untuk masyarakat Indonesia,” demikian jelas Trinita.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


