Jamkrindo Bidik Volume Penjaminan Rp 414 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menargetkan volume penjaminan mencapai Rp 414 triliun pada tahun 2024. Dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu sebesar Rp 377,63 triliun, maka target volume penjaminan kali ini tumbuh sekitar 9,6%.
Direktur Utama Jamkrindo Akhmad Purwakajaya mengungkapkan, berbagai strategi telah disiapkan untuk memuluskan rencana perusahaan. Oleh karena itu, pihaknya optimistis dapat merealisasikan target volume penjaminan tersebut.
“Berbagai strategi disiapkan antara lain berinovasi dalam hal teknologi dan digitalisasi layanan seperti implementasi Jamkrindo Online Suretyship untuk mendukung penguatan bisnis proses non program, akselerasi model bisnis, penerapan manajemen risiko yang robust hingga mempersiapkan talenta masa depan,” ujar Akhmad dalam keterangannya, Selasa (23/4/2024).
Akhmad juga menerangkan bahwa Jamkrindo mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun 2023. Berdasarkan laporan kinerja keuangan tahun 2023 yang diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan (firma anggota jaringan global PWC), Jamkrindo berhasil membukukan laba bersih Rp 1,44 triliun atau naik 12,24% (yoy).
Berbagai inisiatif strategis yang telah dilakukan turut mendongkrak pencapaian kinerja positif perusahaan. Dalam transformasi bisnis perusahaan, Jamkrindo menitikberatkan diversifikasi pendapatan melalui optimalisasi bisnis non penugasan dan pengembangan model bisnis serta proses bisnis.
Selain itu Jamkrindo melakukan penguatan tata kelola risiko dan kepatuhan melalui implementasi three lines of defence serta four eyes principles dan juga penguatan di bidang teknologi dan sumber daya manusia untuk menghadirkan layanan penjaminan yang inovatif, kompetitif dengan pelayanan profesional, efektif serta efisien secara berkelanjutan.
“Berbagai inovasi dan transformasi terus dilakukan baik dari sisi transformasi pada struktur organisasi, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), sistem teknologi, bisnis dan operasional, tata kelola manajemen risiko dan kepatuhan serta keuangan guna memperkuat kinerja perseroan secara berkelanjutan,” jelas Akhmad.
Pada 2023, Akhmad mengungkapkan, Jamkrindo telah menghadirkan beragam layanan penjaminan yang mempermudah UMKM memperoleh akses pembiayaan kepada lembaga keuangan. Hal tersebut bermuara pada peningkatan volume penjaminan perusahaan pada 2023 yang naik sebesar 20,89% menjadi Rp 377,63 triliun.
Ia juga mengungkapkan adanya kenaikan jumlah beban klaim, meskipun kenaikan tersebut masih dalam level terjaga. Hal itu didukung oleh pencapaian jumlah pendapatan penjaminan bersih yang tumbuh sebesar 20,45%, lebih tinggi dari pertumbuhan jumlah beban penjaminan bersih yang berada di angka 8,10%.
Akhmad mengatakan kinerja positif Jamkrindo tersebut tidak terlepas dari kondisi ekonomi makro yang terjaga, serta berbagai dukungan kebijakan strategis pemerintah dan regulator dalam menjaga stabilitas perekonomian.
Berkat dukungan tersebut, Jamkrindo berhasil menavigasi kinerja finansial dengan mencatatkan aset sebesar Rp 32,23 triliun meningkat 15,07 % secara yoy dengan ekuitas Rp 13,35 triliun. “Dukungan yang luar biasa dari segenap stakeholders memberikan optimisme dan kepercayaan diri bagi kami untuk menghasilkan kinerja terbaik,” pungkas Akhmad.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



