Jumat, 15 Mei 2026

Transaksi Uang Elektronik, Digital Banking, hingga QRIS Tumbuh Kuat pada Mei 2024

Penulis : Arnoldus Kristianus
20 Jun 2024 | 17:37 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bertransaksi melalui layanan Quick Response Indonesian Standard (QRIS). (Sumber: Bank Mandiri)
Ilustrasi bertransaksi melalui layanan Quick Response Indonesian Standard (QRIS). (Sumber: Bank Mandiri)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 35,24% year on year (yoy) sehingga mencapai Rp 92,79 triliun pada Mei 2024. Pada saat yang sama transaksi digital banking  mencapai Rp 5.570,49 triliun atau tumbuh sebesar 10,82% (yoy).

“Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Juni 2024 pada Kamis (20/6/2024).

Di sisi lain, transaksi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) tumbuh 213,31% (yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 49,76 juta dan jumlah merchant  32,25 juta. Pada Mei 2024, transaksi Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) tercatat meningkat 0,16% (yoy) sehingga mencapai Rp 14.557,29 triliun. Transaksi BI-FAST tercatat Rp 701,61 triliun atau tumbuh 53,08% (yoy).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/D menurun 5,41% (yoy) sehingga mencapai Rp 615,18 triliun. Transaksi kartu kredit masih meningkat 6,6% (yoy) mencapai Rp 35,18 triliun. Dari sisi pengelolaan uang rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) meningkat 6,82% (yoy) sehingga menjadi Rp 1.038,26 triliun.

Perry mengatakan stabilitas infrastruktur sistem pembayaran tetap terjaga karena ditopang interkoneksi struktur industri yang semakin luas. Dari sisi infrastruktur, kelancaran dan keandalan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) terjaga dengan baik. Hal tersebut didukung kondisi likuiditas dan operasional yang memadai.

Dari sisi struktur industri, interkoneksi sistem pembayaran dan perluasan ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) terus meningkat. Transaksi pembayaran berbasis Standar Nasional Open Application Programming Interface Pembayaran yang memfasilitasi interkoneksi di sistem pembayaran tumbuh positif didorong perluasan kerja sama antara pelaku industri.

“BI terus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil),” kata Perry.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia