Minggu, 21 Juni 2026

Tarif Premi Asuransi Kredit akan Dikerek Usai Stimulus Restrukturisasi Berakhir

Penulis : Prisma Ardianto
20 Jun 2024 | 19:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi asuransi kredit. (Sumber: B Universe Photo/Prisma Ardianto)
Ilustrasi asuransi kredit. (Sumber: B Universe Photo/Prisma Ardianto)

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan bahwa faktor risiko untuk menanggung suatu portofolio kredit semakin meningkat selepas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakhiri kebijakan stimulus restrukturisasi. Oleh karena itu, ada kemungkinan tarif premi asuransi kredit jadi meningkat.

“Dengan selesainya restrukturisasi ini, memang secara teoritis kita melihat default possibility atau eksposurnya akan semakin meningkat. Tentunya risiko ini akan meningkat kepada asuransi kreditnya,” ungkap Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik Trinita Situmeang dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Dia menerangkan, salah satu penanda risiko kredit meningkat adalah rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) bank yang naik ke posisi 2,33% pada April 2024. Kendati di saat sama, kredit berisiko atau loan at risk (LAR) bergerak menurun ke posisi 11,04%.

ADVERTISEMENT

Kedua indikator itu mencerminkan bahwa eksposur risiko untuk perusahaan asuransi memberi pertanggungan kredit masih cukup tinggi. Apalagi, tren rasio klaim asuransi kredit juga masih terjaga dalam kisaran tinggi dibandingkan dengan lini bisnis asuransi umum lainnya.

Berdasarkan data AAUI, rasio klaim asuransi kredit melejit dari posisi 71% pada kuartal I-2023 menjadi 80% pada kuartal I-2024 ini. Rasio klaim tersebut diperoleh dari premi yang catatkan sebesar Rp 4,94 triliun atau meningkat 19,3% year on year (yoy).

Klaim pada tiga bulan pertama tahun ini telah mencapai Rp 3,97 triliun atau meningkat 35% (yoy). Nilai klaim dan rasio klaim yang dicatatkan lini bisnis asuransi kredit ini menjadi perhatian karena karakteristik pertanggungannya yang jangka panjang.

AAUI pun memperkirakan rasio klaim ini masih akan terjaga di level tinggi ke depannya. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola underwriting yang lebih baik oleh perusahaan asuransi, dimulai dengan melihat masa pertanggungan, menyesuaikan term & condition, dan tentu menetapkan tarif premi tidak jauh dari rata-rata NPL.

“Relaksasi berakhir, tarif premi harus dikerek gak? Harusnya iya secara teknikal. Lalu secara pencatatan juga harusnya iya secara teknikal, karena apa? Berdasarkan standar akuntansi yang baru, kita kan harus menghitung pencadangan,” urai Trinita.

Beban bagi Nasabah Bank

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia