Jumat, 15 Mei 2026

Target Piutang Pembiayaan Multifinance Bisa Melenceng

Penulis : Prisma Ardianto
3 Nov 2024 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Pekerja memeriksa mobil bekas yang dijual di Bursa Mobil Bekas Blok M Mall, Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/wpa)
Pekerja memeriksa mobil bekas yang dijual di Bursa Mobil Bekas Blok M Mall, Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/wpa)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksi piutang pembiayaan multifinance bertumbuh dalam rentang 10-12% pada tahun 2024. Namun demikian, realisasi pertumbuhan tersebut berpeluang melenceng dari target yang dicanangkan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan LJK Lainnya (PVML) OJK, Agusman menerangkan, piutang pembiayaan dari multifinance memang menembus Rp 501,78 triliun sampai September 2024.

Namun, piutang pembiayaan multifinance itu hanya tumbuh single digit atau sebesar 9,39% year on year (yoy) sepanjang sembilan bulan. Dalam hal ini, pendorong utamanya adalah pembiayaan investasi yang naik 9,76% (yoy).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, OJK tetap yakin piutang pembiayaan multifinance masih sesuai proyeksi sebelumnya yang dapat tumbuh dalam kisaran 10-12% pada tahun 2024. Apalagi multifinance masih punya waktu beberapa bulan di sisa akhir tahun 2024 ini.

“Tentunya terdapat risiko akan bias ke bawah, sehingga diperlukan peningkatan peningkatan piutang pembiayaan yang lebih besar beberapa bulan ke depan tersebut,” ungkap Agusman saat konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, pada Jumat (1/11/2024).

Jika ditilik lebih lanjut, piutang pembiayaan yang bertumbuh 9,39% pada September 2024 adalah pertumbuhan terendah sepanjang tahun ini. Hal itu menandai terjadi perlambatan pertumbuhan kinerja piutang pembiayaan selama tiga bulan berturut-turut sejak Juli 2024.

Sementara itu, target OJK yang mematok piutang pembiayaan dapat tumbuh 10-12% pada tahun 2024 ini juga sebenarnya tak lebih baik dari realisasi tahun sebelumnya. Piutang pembiayaan multifinance pada tahun lalu atau pada 2023 tercatat mencapai 13,23%.

Tren Pembiayaan Bermasalah

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia