Jumat, 15 Mei 2026

Kredit Perbankan Tumbuh Menguat 10,92% pada Oktober 2024

Penulis : Prisma Ardianto
20 Nov 2024 | 15:08 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/aww)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/aww)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Oktober 2024 sebesar 10,92% year on year (yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya atau pada September 2024 yang sebesar 10,4% (yoy).

“Pertumbuhan kredit pada Oktober 2024 tetap kuat, mencapai 10,92% (yoy),” ujar Gubernur BI Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Oktober 2024 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (20/11/2024)..

Dari sisi penawaran, kata Perry, kuatnya pertumbuhan kredit didukung oleh terjaganya minat penyaluran kredit, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), serta positifnya dampak KLM Bank Indonesia.

Adapun Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp 259 triliun hingga akhir Oktober 2024. Secara rinci, insentif KLM kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp 120,9 triliun, bank BUSN sebesar Rp 110,9 triliun, BPD sebesar Rp 24,7 triliun, dan KCBA sebesar Rp 2,6 triliun.

ADVERTISEMENT

Insentif KLM tersebut disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, yaitu Sektor Hilirisasi Minerba dan Pangan, Sektor Otomotif, Perdagangan dan Listrik, Gas dan Air (LGA), sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta UMKM.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga sejalan dengan prakiraan pertumbuhan ekonomi yang tetap baik. “Secara sektoral, pertumbuhan kredit pada mayoritas sektor ekonomi terjaga kuat, terutama pada sektor Jasa Dunia Usaha, Perdagangan, dan Industri,” imbuh Perry.

Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 9,25% (yoy), 13,63% (yoy), dan 11,01% (yoy) pada Oktober 2024. Sedangkan pembiayaan syariah tumbuh sebesar 11,93% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh 4,76% (yoy).

“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit pada 2024 diprakirakan tetap berada pada kisaran 10-12% dan akan meningkat pada 2025,” tandas Perry.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia