Jumat, 15 Mei 2026

Penerapan ESG Akan Memperkuat Tata Kelola Perusahaan Asuransi

Penulis : Imam Suhartadi
2 Jan 2025 | 20:59 WIB
BAGIKAN
Harwan Muldidarmawan, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja.
Harwan Muldidarmawan, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja.

JAKARTA, investor.idDirektur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja, Harwan  Muldidarmawan, menyampaikan bahwa sebagai bagian dari transformasi tata kelola, Jasa Raharja telah mengintegrasikan  pendekatan ESG (Enviromental, Social and Governance) ke dalam regulasi dan operasionalnya.

Hal ini terlihat dari penerapan  kebijakan seperti whistleblowing system, pengendalian gratifikasi, serta Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 yang tidak hanya memperkuat  akuntabilitas tetapi juga memastikan keberlanjutan program perlindungan dasar.

Struktur tata kelola yang adaptif dan berbasis teknologi juga memungkinkan  perusahaan untuk lebih proaktif dalam mengelola risiko dan menjaga tata kelola di  Jasa Raharja tetap berada di jalur yang tepat untuk mendukung visi keberlanjutan  jangka panjang. 

ADVERTISEMENT

Dia pmengatakan, penerapan prinsip ESG bukan sekadar formalitas, tetapi landasan penting untuk  menjadi agen perubahan.

“Sebagai bagian dari BUMN, Jasa Raharja diharapkan  menjadi contoh bagaimana sebuah perusahaan dapat mendorong pembangunan  berkelanjutan di tengah tuntutan publik yang semakin mendesak,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (3/1/2025). 

Komitmen Jasa Raharja terhadap keberlanjutan lingkungan diwujudkan melalui  berbagai program berbasis pelestarian.

Program penanaman pohon, pengelolaan  sampah di kawasan wisata alam, penggunaan kendaraan operasional berbahan bakar  listrik hingga upaya pelestarian lingkungan lainnya bukan hanya sekadar program  rutin, melainkan mencerminkan keseriusan perusahaan dalam menjaga bumi untuk  generasi mendatang.  

Tak berhenti di situ, Jasa Raharja juga menggelar Workshop Integrasi ESG dalam  Praktik TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), sebuah langkah penting yang  memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memiliki dampak nyata, sejalan  dengan nilai-nilai inti perusahaan. 

Dalam aspek sosial, lanjut Harwan, Jasa Raharja juga terus berperan aktif dalam  pemberdayaan masyarakat. Dukungan kepada pelaku UMK, penyediaan saluran air  bersih, sahabat disabilitas, hingga pemberian bantuan modal usaha bagi ahli waris  korban kecelakaan lalu lintas, adalah contoh konkret dari inisiatif sosial yang telah  dilakukan oleh Jasa Raharja.  

Di bidang keselamatan lalu lintas, inisiatif seperti pembuatan red spot di titik rawan  laka, kegiatan Jasa Raharja Road Safety Innovation (JR-Rovation) menunjukkan  kepedulian perusahaan untuk menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih aman dan  berkeselamatan.

“Menariknya, pelaksanaan program ini bukan lagi sekadar aktivitas  CSR yang bersifat filantropi, tetapi bagian dari pendekatan Creating Shared Value (CSV), yang memberikan social impact dan customized sesuai dengan tugas utama  perusahaan serta dapat terukur melalui Social Return on Invesment (SROI),” jelas  Harwan. 

Menurut Harwan, dinamika sosial-kemasyarakatan dan kompleksitas regulasi yang  terus berkembang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk  senantiasa memastikan pemenuhan kepatuhannya.

“Peran kepatuhan dalam  implementasi ESG menjadi kunci untuk memastikan Jasa Raharja menjalankan  penugasannya. Kepatuhan tidak hanya berfungsi untuk memastikan pelaksanaan  tugas sesuai dengan regulasi, tetapi juga memperkuat posisi Jasa Raharja sebagai  perusahaan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan melalui penerapan prinsip  ESG,” tambahnya. 

Integrasi Tata Kelola 

Dengan mengintegrasikan aspek tata kelola yang baik, tanggung jawab sosial, dan  keberlanjutan lingkungan dalam setiap operasionalnya, Jasa Raharja dapat  memberikan pelayanan yang optimal, sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan  nasional.

Sebagai Perusahaan yang melaksanakan amanat undang-undang, Jasa  Raharja berupaya menavigasi perubahan tersebut dengan tetap menjaga integritas  tata kelola Perusahaan, serta memastikan bahwa setiap kebijakan, program, dan  operasionalnya selalu sejalan dengan tujuan pendiriannya,” jelas Harwan. 

Jasa Raharja juga menyadari bahwa di era digital ini, memperkuat human capital yang  unggul dan mumpuni dalam penerapan teknologi digital adalah kunci keberlanjutan. 

Investasi dalam pengembangan talenta memastikan kesiapan perusahaan dalam  menghadapi pasar yang semakin kompleks.

Transformasi digital mendukung efisiensi,  berkontribusi pada produktivitas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memudahkan  akses bagi masyarakat.

“Langkah-langkah ini menempatkan Jasa Raharja di garis  depan dalam menghadapi tantangan industri, menunjukkan kesiapan dan kelincahan  perusahaan dalam beradaptasi di era yang terus berubah,” ucap Harwan. 

Selain itu, untuk memperkuat keberlanjutan Program Perlindungan Dasar, Jasa  Raharja melakukan pembaruan proses bisnis dengan mengedepankan digitalisasi. 

Sistem integrasi data antarinstansi pemerintah terkait, seperti Kepolisian,  Kementerian Dalam Negeri, rumah sakit, dan Dinas Perhubungan, menjadi  transformasi penting.

Digitalisasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga  memastikan ketepatan dan kecepatan dalam pemberian santunan kepada  masyarakat yang membutuhkan.

Dengan regulasi yang mendukung teknologi  tersebut, Jasa Raharja berhasil menciptakan sistem layanan yang inklusif dan mudah  diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Menurut Harwan, implementasi ESG tidak akan berarti tanpa evaluasi yang  berkelanjutan. Oleh karena itu, Jasa Raharja secara konsisten menilai dan mengukur  dampak dari setiap inisiatif yang dilakukan.

“Hal ini penting untuk memastikan setiap  langkah yang diambil benar-benar memberikan dampak yang diharapkan dalam  aspek lingkungan, sosial, dan tata Kelola,” ucapnya. 

Harwan berharap apa yang dilakukan Jasa Raharja adalah lebih dari sekadar  memenuhi kewajiban, tetapi upaya nyata untuk menjawab kebutuhan zaman.

“Bukan  hanya sebagai perusahaan yang mengejar keuntungan, tetapi juga menanamkan  dampak positif yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan, terutama masyarakat sebagai key stakeholder,” ungkapnya. 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia