Jumat, 15 Mei 2026

Laba Multifinance Mulai Longsor

Penulis : Prisma Ardianto
5 Jan 2025 | 21:10 WIB
BAGIKAN
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

JAKARTA, investor.id – Laba bersih multifinance akhirnya bergerak menurun pada Oktober 2024, setelah beberapa waktu hanya mencatat pertumbuhan mini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil tersebut.

Mengacu Statistik Perusahaan Pembiayaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih multifinance pada September 2024 masih tumbuh kendati tipis yakini 0,86% year on year (yoy) menjadi Rp 16,97 triliun. Padahal di saat sama, bisnis piutang pembiayaan masih naik 9,39% (yoy) menjadi Rp 501,78 triliun.

Berdasarkan catatan Investor Daily, perolehan laba bersih multifinance memang hanya bergerak dalam kisaran kecil dalam beberapa waktu belakangan. Seperti pada bulan sebelumnya atau Agustus 2024 dengan laba bersih meningkat 2,44% (yoy), sementara piutang pembiayaan masih sempat naik dalam kisaran double digit yaitu 10,18% (yoy).

ADVERTISEMENT

Setelah hanya mampu tumbuh mini, laba bersih multifinance akhirnya ambles atau bergerak menurun. Pada Oktober 2024, laba bersih multifinance turun 3,53% (yoy) menjadi Rp 18,72 triliun. Sebagai perbandingan, laba bersih pada periode sama tahun sebelumnya adalah Rp 19,41 triliun.

Faktor utamanya adalah lonjakan total beban multifinance yang sebesar 17,27% (yoy) menjadi Rp 90,18 triliun. Sedikitnya ada tiga hal yang mendorong kinerja beban tersebut. Pertama, beban bunga multifinance yang naik 16,51% (yoy) menjadi Rp 23,11 triliun.

Kedua, beban pemasaran yang mencatat kenaikan sampai dengan 27,53% (yoy) menjadi Rp 8,17 triliun. Menandai multifinance tetap ekspansif meski dihadapkan tekanan kinerja keuangan.

Ketiga, adalah penyisihan piutang pembiayaan sebesar Rp 19,32 triliun atau naik 27,84% (yoy) pada Oktober 2024. Kendati demikian, pembiayaan bermasalah masih dalam rentang yang terjaga, tercermin dari rasio non performing financing (NPF) per Oktober 2024 yang sebesar 2,60%.

Melambat Empat Bulan Berturut-Turut

Di sisi lain, pendapatan hanya naik 12,58% (yoy) menjadi Rp 114,05 triliun pada Oktober 2024. Didorong pendapatan bunga dari bisnis pembiayaan seperti pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan multiguna.

Ditilik dari bisnis, kinerja piutang pembiayaan dari multifinance tercatat tumbuh 8,37% (yoy) menjadi Rp 501,89 triliun. Dalam perkembangannya, kinerja pembiayaan itu telah melambat selama empat bulan berturut-turut dan menjadi pertumbuhan terendah sejak Juli 2024.

Imbas perlambatan itu, realisasi pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance kini semakin menjauh dari target yang ditetapkan OJK. Seperti diketahui, OJK mematok piutang pembiayaan dapat tumbuh 10-12% (yoy) pada tahun 2024 ini.

Meski telah dicanangkan dapat tumbuh kisaran double digit pada tahun ini, tetapi target pertumbuhan itu sebenarnya juga masih lebih rendah dari realisasi di akhir tahun 2023. Piutang pembiayaan multifinance pada akhir 2023 mampu tumbuh sampai level 13,23% (yoy).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 48 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia