OJK Cermati Dampak PPN 12% dan Opsen Pajak ke Multifinance
JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku tengah memantau perkembangan pembiayaan kendaraan bermotor dari industri multifinance. Terlebih, pasar disebut akan terpengaruh kebijakan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12% dan opsen pajak daerah pada tahun 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman menyampaikan, hampir 70% dari pangsa pasar multifinance ditopang dari pertumbuhan industri otomotif.
“OJK akan terus melakukan monitoring dan mencermati dampak atas adanya PPN 12% dan opsen pajak kendaraan terhadap kinerja perusahaan pembiayaan,” ungkap Agusman kepada wartawan, pada Kamis (9/1/2025).
Seperti yang diketahui, pemerintah telah menetapkan PPN 12% untuk barang mewah mulai 1 Januari 2025. Adapun PPN 12% berlaku untuk kategori kendaraan bermotor yang telah dikenai pajak penjualan barang mewah (PPnBM).
Di samping itu, opsen pajak untuk kendaraan bermotor berlaku mulai 5 Januari 2025. Sebagian pajak yang akan diterima langsung oleh pemerintah daerah ini diperkirakan akan mengerek harga kendaraan bermotor baru, sehingga pada gilirannya bakal membebani calon konsumen.
Dalam catatan OJK, piutang pembiayaan kendaraan bermotor per November 2024 adalah Rp 347,87 triliun. Dari total piutang tersebut, mencakup 68,28% yaitu pembiayaan kepada kendaraan bermotor baru dengan nilai sebesar Rp 237,52 triliun.
“Prospek pembiayaan kendaraan bekas diperkirakan akan tetap tumbuh positif,” imbuh Agusman, mengenai proyeksi pembiayaan kendaraan pada tahun 2025.
Di samping itu, ia juga menrangkan tren penyaluran pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) oleh multifinance. Per November 2024, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik mencapai Rp 16,69 triliun atau mencakup 1,81% dari total piutang pembiayaan.
Baca Juga:
Laba Multifinance Mulai Longsor“Dengan melihat perkembangan tersebut serta dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik, pembiayaan kendaraan listrik ke depan diperkirakan akan kembali mengalami peningkatan dan dapat berkontribusi dalam mendorong percepatan terbentuknya ekosistem green financing di Indonesia,” urai Agusman.
Adapun total piutang pembiayaan multifinance sendiri tercatat mencapai Rp 501,37 triliun pada November 2024. Salah satunya didukung pembiayaan investasi yang meningkat sebesar 9,41% year on year (yoy).
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






