Jumat, 15 Mei 2026

Bisnis Perbankan Syariah Diyakini Makin Kinclong

Penulis : Nida Sahara
21 Jan 2025 | 19:48 WIB
BAGIKAN
Pelayanan Bank Mega Syariah kepada nasabah. (ist)
Pelayanan Bank Mega Syariah kepada nasabah. (ist)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI rate ke level 5,75% berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 14-15 Januari 2025. Bank sentral juga menetapkan suku bunga Deposit Facility turun menjadi 5,00% dan suku bunga Lending Facility turun menjadi 6,50%.

Menyikapi hal tersebut, Bank Mega Syariah telah mempersiapkan strategi untuk memaksimalkan pertumbuhan bisnis pada tahun ini. Salah satu strateginya dengan memperkuat bisnis pada segmen korporasi melalui pendekatan B2B2C (business-to-business-to-consumer).

Direktur Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji, yang akrab disapa Oney menilai pembiayaan di sektor korporasi memiliki potensi besar dalam memperluas ekosistem bisnis bank. Fokus utamanya adalah membangun sinergi yang kuat dengan nasabah korporasi untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. 

ADVERTISEMENT

Untuk mendukung nasabah korporasi, baik corporate maupun business banking tersebut, Bank Mega Syariah menyediakan berbagai kemudahan layanan salah satunya adalah Cash Management System (CMS) yang mempermudah nasabah korporasi untuk bertransaksi. Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan signifikan, di mana jumlah transaksi CMS mencapai lebih dari 89 ribu di 2024, tumbuh 22,8% dibandingkan 2023. Sementara itu, volume transaksi meningkat lebih dari 49%, mencapai Rp 14,5 triliun di 2024.

“Dari nasabah korporasi tersebut, kami akan memperkuat strategi B2B2C. Dengan pendekatan ini, Bank tidak hanya memberikan pembiayaan terhadap perusahaan, tetapi juga memperluas peluang untuk menjangkau pegawai dan ekosistem retail yang terdapat pada perusahaan tersebut,” ungkap Oney dalam keterangannya, Selasa (21/1/2025).

Oney menambahkan, pendekatan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan inklusif sekaligus memperkuat basis di segmen konsumer melalui produk-produk retail seperti kartu pembiayaan Syariah Card, tabungan haji, dan layanan digital melalui aplikasi mobile banking M-Syariah. Adapun pada 2024, Pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan lebih dari 29% year to date (ytd).

Kartu pembiayaan Syariah Card menjadi salah satu produk yang dapat ditawarkan untuk pegawai dan ekosistem di dalam perusahaan tersebut. Sepanjang 2024, jumlah kartu yang diterbitkan tumbuh lebih dari 272% (ytd), dengan total pembiayaan yang disalurkan melalui Syariah Card meningkat hingga lebih dari 385% (ytd). Hal ini menunjukkan antusiasme nasabah terhadap produk ini sebagai solusi keuangan syariah yang inovatif.

Tidak hanya itu, aplikasi mobile banking M-Syariah juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Jumlah pengguna aplikasi ini meningkat hingga lebih dari 52% (ytd), dengan total transaksi yang tumbuh hingga 77%. Keberhasilan ini menegaskan komitmen Bank Mega Syariah dalam mendukung transformasi digital dan memberikan kemudahan transaksi kepada nasabah.

Pada 2024, Bank Mega Syariah telah menjalin 442 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) & Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta telah melakukan lebih dari 5.700 keberangkatan haji dan lebih dari 900 keberangkatan umroh. Total nasabah tabungan haji naik lebih dari 6% dan haji khusus meningkat hingga 246%.

Selain itu, Bank Mega Syariah akan memfokuskan konsentrasi cabang pada pengembangan produk bancassurance dan mutual fund sebagai upaya untuk memperluas basis nasabah dan meningkatkan kontribusi fee based income (FBI). 

“Kolaborasi dengan mitra strategis seperti perusahaan asuransi dan manajer investasi yang memiliki rekam jejak kuat di pasar akan terus diperluas. Dengan begitu, Bank Mega Syariah semakin dapat menyediakan produk yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Oney.

Hingga 2024, Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan FBI sebesar 16,32% (yoy). Peningkatan ini didorong oleh berbagai inovasi layanan dan produk termasuk forex, wealth management, kartu pembiayaan Syariah Card, aplikasi mobile banking M-Syariah, dan berbagai produk serta layanan lainnya.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 50 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 54 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia