Jumat, 15 Mei 2026

Himbara Siap-Siap, Ada Titah Baru dari Prabowo

Penulis : Prisma Ardianto
3 Mar 2025 | 21:04 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto berencana untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih (Kop Des Merah Putih). Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan diminta berperan aktif memberi pembiayaan dalam rencana ini.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, Koperasi Desa Merah Putih akan dibentuk di 70.000 hingga 80.000 desa di seluruh Indonesia. Diperkirakan, setiap desa butuh anggaran sebesar Rp 3 miliar sampai Rp 5 miliar untuk pembangunan dan pengembangan Kop Des.

Namun demikian, pemerintah menyadari adanya kendala perihal anggaran pendirian Koperasi Desa Merah Putih tersebut. Anggaran yang tersedia hanya Rp 1 miliar, yang disalurkan pemerintah melalui dana desa per tahun.

ADVERTISEMENT

“Satu desa tadi diperkirakan akan menelan anggaran Rp 3 miliar sampai Rp 5 miliar. Kita ada dana desa Rp 1 miliar per tahun. Kalau 5 tahun, satu desa Rp 1 miliar, berarti 5 tahun Rp 5 miliar,” kata pria yang akrab disapa Zulhas itu dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (3/3/2025).

Dia menyatakan bahwa dana desa juga diperlukan untuk kebutuhan lain dari desa. Oleh karena itu, pemerintah meminta bank-bank yang tergabung dalam Himpinan Bank Milik Negara (Himbara) untuk ikut berperan aktif.

Dalam hal ini, Himbara yang diketahui berisi Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN) diminta melakukan pembiayaan awal pendirian Koperasi Desa Merah Putih. Pinjaman itu nantinya dapat diangsur oleh Kop Des selama 3–5 tahun selanjutnya, sehingga Kop Des bisa dipastikan dapat beroperasi secara maksimal sejak awal pendirian.

Di sisi lain, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Kop Des Merah Putih akan dikembangkan melalui tiga model, yakni membangun koperasi baru, merevitalisasi koperasi yang sudah ada, dan ketiga membangun serta mengembangkan koperasi.

Terdapat sekitar 64.000 gabungan kelompok tani (gapoktan) yang siap bermigrasi menjadi koperasi, sehingga sistem pertanian dan distribusi pangan di desa dapat terintegrasi dengan lebih baik.

“Yang pasti dengan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih akan memutus mata rantai distribusi barang yang efeknya merugikan kepada konsumen maupun kepada produsen supaya bisa lebih murah harga-harga di tengah masyarakat,” kata Budi Arie.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia