Jumat, 15 Mei 2026

3,22 Juta Anak Muda Kesulitan Bayar Utang Pindar

Penulis : Prisma Ardianto
9 Mar 2025 | 21:39 WIB
BAGIKAN
Warga mengamati salah satu aplikasi fintech p2p lending melalui gawainya di Kota Serang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Warga mengamati salah satu aplikasi fintech p2p lending melalui gawainya di Kota Serang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

JAKARTA, investor.id – Terdapat sebanyak 3,22 juta anak muda yang kesulitan membayar utang dari pemanfaatan layanan pinjaman daring (pindar) dari fintech p2p lending. Mereka kesulitan utang dengan total nilai Rp 5,57 triliun.

Mengacu statistik fintech dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat sebanyak 13,49 anak muda yang tercatat memanfaatkan layanan pinjaman daring (pindar) di fintech p2p lending. Mereka terbagi dalam kelompok usia <19 tahun dan usia antara 19-34 tahun.

Segmen peminjam (borrower) perorangan yang masuk dalam kategori anak muda tersebut mencakup 60,43% dari total borrower perorangan di fintech p2p lending yang mencapai sebanyak 22,33 akun rekening.

ADVERTISEMENT

Secara nominal, total outstanding pinjaman anak muda di fintech p2p lending mencapai Rp 37,51 triliun atau bertumbuh 27,73% year on year (yoy) pada 2024. Nominal pinjaman anak muda berkontribusi lebih dari separuh atau 51,76% dari total pinjaman perorangan di fintech p2p lending.

OJK sedikit memperbarui format laporan fintech, namun dapat diketahui bahwa secara umum, mayoritas peminjam dari segmen anak muda tetap patuh dalam membayarkan kewajibannya. Sebanyak 10,27 juta akun mencatat status pinjaman ‘lancar’ atau belum jatuh tempo dengan outstanding pinjaman Rp 31,93 triliun.

Sementara kelompok pertama yang kesulitan bayar pindar di fintech p2p lending adalah pinjaman ‘dalam perhatian khusus’. Ini adalah angsuran yang belum terbayarkan sampai dengan 30 hari sejak jatuh tempo. Jumlahnya sebanyak 1,32 juta akun dengan nilai outstanding pinjaman Rp 2,25 triliun.

Kelompok kedua adalah mereka yang belum mampu membayarkan kewajiban dalam rentang 30-60 hari atau status pinjaman ‘kurang lancar’. Tercatat, sebanyak 860 ribu anak muda kesulitan bayar angsuran dengan total nilai Rp 1,45 triliun.

Pinjaman Macet

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia