Distribusi Asuransi Didorong Gunakan Pendekatan Lebih Humanis dan Inklusif
JAKARTA, investor.id - Seiring dengan percepatan agenda inklusi keuangan digital di Indonesia, saat ini 76% orang dewasa telah memiliki akun keuangan formal.
Namun demikian, penetrasi asuransi masih rendah di kisaran 1,4%–2,7%, begitupula kesenjangan perlindungan tetap menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan dan terpencil.
Baca Juga:
Premi Asuransi Umum Tertekan Daya BeliUntuk itu, platform 360Studio hadir dengan memanfaatkan jaringan agen yang sudah ada, ditambah alat digital ringan yang mengurangi beban administrasi dan menyederhanakan proses pengajuan. Hasilnya adalah akses yang lebih luas terhadap produk asuransi tanpa memerlukan investasi besar di infrastruktur IT.
360Studio dirancang untuk merevolusi distribusi asuransi di Indonesia dan memperkenalkan pendekatan Agent Guided Digital Distribution (AGDD).
Dengan menggabungkan efisiensi teknologi digital dan keahlian manusia, AGDD menghadirkan nilai transformasional bagi konsumen, agen, dan pelaku industri, khususnya di wilayah terpencil dan yang belum terjangkau layanan keuangan secara menyeluruh. AGDD menjadikan distribusi asuransi lebih humanis, skalabel, dan inklusif.
“AGDD hadir sebagai solusi praktis yang memadukan alat digital yang intuitif dengan sentuhan manusia. Di dalamnya terdapat fitur seperti Smart Form dan business logic yang dirancang untuk menyederhanakan proses pengajuan polis tanpa menghilangkan peran agen,” kata Nano Sutrisno, VP Business Development Indonesia untuk 360Studio dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/6/2025).
Sebagai informasi, peluncuran 306Studio turut dibahas dalam webinar publik bertajuk Human-Guided Digital Distribution: Collaborating for a Consumer-Centric Indonesian Insurance Market pada 3 Juni 2025.
Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti Adrian Siregar, Kepala Divisi Pengembangan Asuransi & Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK); Mahaning Riyana, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI); dan Nano Sutrisno, VP Business Development Indonesia untuk 360Studio.
Lebih lanjut Nano mengatakan, konsumen dapat mengisi formulir, melakukan pembayaran deposit, dan menerima formulir yang telah terisi otomatis melalui email.
Sementara itu, perusahaan asuransi menangani tahap berikutnya seperti underwriting. Agen tetap dilibatkan sebagai penasihat yang siap hadir saat dibutuhkan, menciptakan pengalaman yang lebih terarah dan nyaman dibandingkan platform yang hanya mengandalkan chatbot.
Dengan mengotomatiskan tugas-tugas administratif, lanjut dia, AGDD memungkinkan agen fokus pada membangun hubungan dan memberikan nasihat yang dipersonalisasi.
Pendekatan one to many ini memungkinkan agen menjangka lebih banyak calon nasabah, termasuk di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Model ini tak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung program nasional dalam memperluas literasi keuangan dan penetrasi asuransi,”ujarnya.
Bagi perusahaan asuransi, kata dia, AGDD membantu menyederhanakan proses aplikasi, mengurangi beban operasional, dan mempercepat penerbitan polis.
“Model AGDD saat ini benar-benar mengubah cara distribusi asuransi dilakukan di berbagai belahan dunia,” ujar Nano.
“Model ini memberdayakan konsumen dengan cara-cara dan pendekatan yang mudah dipahami, dan mendukung agen untuk menjangkau lebih banyak orang secara efektif,” imbuhnya.
Platform 306Studio telah digunakan untuk berbagai produk asuransi seperti jiwa, kesehatan, dan pendidikan, serta terbukti dapat diterapkan di berbagai wilayah. Fitur-fitur utamanya mencakup automasi berbasis agen dengan tugas administratif ditangani sistem, memungkinkan agen fokus pada interaksi bernilai tinggi.
Efisiensi Operasional yang Scalabl di mana satu agen kini dapat menangani proses yang sebelumnya memerlukan tenaga satu tim.
Selanjutnya bisa digunakan hanya dalam beberapa minggu dengan integrasi IT yang ringan dan mudah. “Platform ini telah terbukti efektif di berbagai lini produk dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal,” katanya.
Dikembangkan di Asia Tenggara
Dalam waktu dekat, kata Nano, 360Studio akan dikembangkan lebih lanjut di kawasan Asia Tenggara dengan integrasi analitik canggih, kecerdasan buatan, dan kemitraan strategis untuk memperluas jangkauan.
Platform ini bukan ditujukan untuk menggantikan sistem lama secara menyeluruh, melainkan memperkuat distribusi berbasis agen dan memodernisasi proses operasional di belakang layar.
Dengan memperluas kapasitas agen melalui automasi, 360Studio memungkinkan perusahaan asuransi menjangkau lebih banyak orang, terutama di pasar yang masih mengandalkan hubungan langsung sebagai dasar kepercayaan.
“Adanya AGDD sebagai fondasinya, 360Studio menetapkan tolok ukur baru dalam distribusi asuransi di Indonesia, serta mengedepankan transparansi, skalabilitas, dan inklusi,” tuturnya.
360Studio tersedia dalam bentuk modul plug-in maupun platform mandiri. Sistem ini mendukung output dalam berbagai format, termasuk PDF, API, dan integrasi khusus, serta dirancang untuk mematuhi peraturan lokal terkait tata kelola data, termasuk dari OJK (Indonesia), Bank Negara Malaysia, dan Monetary Authority of Singapore.
“Platform ini juga mengikuti prinsip data residency yang ketat, yang mana memastikan seluruh data nasabah disimpan secara lokal sesuai aturan yurisdiksi negara masing-masing,” jelasnya.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






