BBTN Kantongi Laba Rp 1,19 Triliun per Mei 2025
JAKARTA, investor.id— PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan kinerja yang cukup solid hingga Mei 2025. Laba bersih BTN tercatat sebesar Rp 1,19 triliun, tumbuh 3,31% secara tahunan (year on year/yoy).
Dari laporan keuangan bulanan BTN yang dilansir di situs resmi perseroan pada Kamis (26/6/2025), menunjukkan pertumbuhan bunga bersih dan efisiensi pada beban bunga.
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan efisiensi beban bunga. Pendapatan bunga bersih BTN naik 22,86% (yoy) menjadi Rp 6,18 triliun, ditopang pendapatan bunga yang tumbuh 10,31% (yoy) sedangkan beban bunga hanya tumbuh 1,80% (yoy).
BTN juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang signifikan. Hingga Mei 2025, DPK mencapai Rp 397,8 triliun atau naik 10,26% (yoy). Dari jumlah tersebut, giro dan tabungan tercatat naik masing-masing sebesar 8,37% (yoy) dan 7,62% (yoy).
Baca Juga:
BBTN Akselerasi Rumah Rendah EmisiKenaikan dana murah tersebut menunjukkan keberhasilan strategi BTN dalam mendorong dana berbiaya rendah. Sementara itu, kredit dan pembiayaan yang disalurkan tercatat sebesar Rp 366,5 triliun, tumbuh 5,20% (yoy).
Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan hingga kuartal I-2025, perseroan mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan yang stabil serta penurunan cost of fund.
Kedua komponen tersebut, menjadi penopang bagi pertumbuhan laba bersih perseroan. Adapun, hingga akhir tahun kinerja BTN diproyeksi sesuai target yang ditetapkan perseroan.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






