Ekuitas Jadi Pondasi Ketahanan Perusahaan Asuransi Hadapi Risiko
JAKARTA, investor.id – Tidak banyak perusahaan asuransi yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis yang cepat dengan tingkat kesehatan yang baik. Di tengah dinamika industri asuransi dalam beberapa tahun terakhir, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance justru melangkah stabil, nyaris tanpa banyak riuh.
Analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi menilai TUGU merupakan contoh menarik dari perusahaan asuransi yang bisa tumbuh tanpa terlalu bergantung pada tekanan pasar ritel, namun tetap menjaga akuntabilitas tinggi sebagai emiten publik.
“Selain memiliki captive market dari Grup Pertamina, struktur keuangan TUGU juga termasuk yang paling sehat di antara perusahaan asuransi umum termasuk BUMN asuransi lainnya. Ini memberi mereka ruang untuk ekspansi yang lebih hati-hati namun terarah,” kata Leonardo Lijuwardi di Jakarta, Senin (30/6/2025)
Menurutnya, TUGU juga memiliki ekuitas yang jauh lebih kuat dibandingkan para pesaingnya. Per akhir 2024 posisi ekuitas konsolidasi TUGU menembus angka Rp 10,5 triliun, meningkat signifikan dibandingkan posisi di tahun 2020 yang tercatat Rp 8,46 triliun. Rasio solvabilitas (RBC) TUGU pada tahun 2024 mencapai 432%, jauh di atas rata-rata industri yang sebesar 326% atau batas minimum yakni 120% yang di tetapkan oleh OJK.
Leo menambahkan, ekuitas yang besar ini mencerminkan kemampuan Tugu Insurance untuk menyerap risiko besar dan tetap menjaga stabilitas neraca, sesuatu yang jarang dimiliki oleh perusahaan asuransi umum lain, terutama di segmen BUMN. Kekuatan modal ini menjadi pondasi penting dalam menjaga ketahanan perusahaan menghadapi risiko yang terus berkembang.
“Tingkat RBC TUGU yang tinggi memberi keyakinan bahwa perusahaan ini sangat likuid dan solvabel serta mampu memenuhi kewajibannya terhadap nasabah kapan pun diperlukan. Ini memberikan rasa aman tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi para pemegang polis. Sementara beberapa BUMN asuransi menghadapi tantangan struktural, TUGU justru menunjukkan ketahanan dan konsistensi,” ujarnya.
Tata kelola perusahaan juga menjadi pembeda mengingat TUGU sudah go public sejak 2018 tidak seperti mayoritas asuransi umum lain termasuk BUMN asuransi yang juga belum menjadi perusahaan terbuka (Tbk). Status go public ini mendorong tingkat transparansi, akuntabilitas, serta disiplin manajemen yang lebih tinggi.
Editor: Heru Febrianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






