Jumat, 15 Mei 2026

Laba Asuransi Jiwa Melesat 97,5%

Penulis : Prisma Ardianto
13 Jul 2025 | 17:36 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi. (Sumber: istimewa)
Ilustrasi investasi. (Sumber: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Di tengah stagnasi produksi premi, industri asuransi jiwa masih dapat menghasilkan profit secara optimal dalam empat bulan pertama tahun ini. Pendukungnya adalah perolehan hasil investasi dan penurunan nilai klaim yang dibayarkan.

Mengacu statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi dari asuransi jiwa tercatat terkontraksi tipis -0,73% year on year (yoy) hingga April 2025. Dalam hal ini, produksi premi asuransi jiwa turun dengan selisih sekitar Rp 380 miliar menjadi Rp 52,20 triliun.

Di samping itu, pendapatan asuransi jiwa juga diperoleh dari pengelolaan investasi. Asuransi jiwa mencatat hasil investasi mencapai Rp 8,91 triliun atau meningkat 17,76% yoy hingga April 2025.

ADVERTISEMENT

Sementara dari sisi beban, total nilai klaim dan manfaat yang dibayarkan asuransi jiwa mencapai Rp 44,07 triliun hingga April 2025. Angka tersebut turun 4,03% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 45,92 triliun.

Penurunan utamanya didorong klaim penebusan unit (surrender) sebesar -27,51% yoy menjadi Rp 16,53 triliun. Sedangkan klaim dan manfaat dibayar untuk klaim lainnya juga turun sedikit -1,38% yoy menjadi Rp 24,62 triliun.

Lebih lanjut, asuransi jiwa lebih efisien dalam akuisisi. Perihal biaya akuisisi, industri asuransi jiwa mencatat beban Rp 5,66 triliun atau turun -8,94%. Penurunan ini lebih tinggi dibandingkan dengan angka produksi premi.

Termasuk menghitung biaya usaha lainnya, asuransi jiwa pada gilirannya berhasil menekan total beban -3,43% yoy menjadi Rp 57,19 triliun. Penurunan itu lebih dalam daripada total pendapatan yang tercatat susut -1,38%.

Alhasil, industri asuransi jiwa dilaporkan membukukan laba bersih setelah pajak mencapai Rp 5,99 triliun pada April 2025. Angka ini melonjak sampai dengan 97,5% dibandingkan dengan realisasi laba bersih periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 3,03 triliun.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia