Jumat, 15 Mei 2026

OJK Tunggu Hasil Uji Coba Pembiayaan ke Koperasi Merah Putih

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
15 Jul 2025 | 21:04 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masih menunggu hasil uji coba skema pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang digagas pemerintah. Skema tersebut dirancang agar koperasi di tingkat desa/kelurahan dapat memperoleh pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR) dengan penjaminan dari dana desa.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, uji coba (piloting) ini menjadi momen penting dalam menyempurnakan model bisnis koperasi desa yang berkelanjutan dan akuntabel.

“Karena masih tahap piloting, justru ini kesempatan untuk saling melengkapi dan menyusun proses bisnis koperasi yang dapat didukung pembiayaan dari sektor keuangan, terutama perbankan,” ujar Mahendra di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Di samping itu, ia menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian (prudential) dalam penerapan skema pembiayaan Koperasi Merah Putih ke depan. Menurutnya, penguatan ekosistem pembiayaan berbasis desa akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Untuk diketahui, pemerintah saat ini tengah memfinalisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk mendukung implementasi pembiayaan Kopdes Merah Putih. Skema awal pembiayaan akan menggunakan KUR khusus dengan plafon hingga Rp 3 miliar per koperasi.

Wakil Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menjelaskan, KUR khusus untuk Koperasi Merah Putih akan dikenakan bunga sebesar 6% dengan tenor enam tahun untuk modal kerja dan sepuluh tahun untuk investasi. Pemerintah juga mengusulkan masa tenggang (grace period) selama enam bulan guna memberi ruang adaptasi bagi koperasi yang baru beroperasi.

“PMK sedang difinalisasi di Kementerian Keuangan. Selain itu, kami menyelesaikan petunjuk teknis untuk operasionalisasi apotek desa dan klinik desa. Peraturan Menteri ESDM terkait distribusi LPG 3 Kg juga akan segera terbit,” ujar Ferry dalam keterangan resminya.

Skema pembiayaan Kopdes Merah Putih akan melibatkan tiga pihak: koperasi sebagai pemohon, distributor sebagai mitra usaha, dan bank penyalur seperti Bank Himbara atau BSI. Proses pengajuan akan mengikuti prosedur kelayakan usaha oleh perbankan.

Ferry memastikan bahwa 103 proyek percontohan (mockup) Koperasi Merah Putih telah siap dari sisi ekosistem bisnis dan pembiayaannya. Koperasi percontohan ini akan menjadi model replikasi bagi koperasi lain yang akan mengikuti peluncuran Koperasi Merah Putih secara daring.

“Target kami pada 28 Oktober, seluruh koperasi percontohan benar-benar berjalan. Seluruh BUMN yang terlibat juga sudah menyiapkan distribusi produk dan layanan ke gerai-gerai Kopdes,” jelas Ferry.

Hingga pertengahan Juli 2025, proses pembentukan kelembagaan Kopdes hampir rampung. Sebanyak 81.147 musyawarah desa khusus telah digelar dan 78.271 unit Kopdes (96,45%) telah memperoleh pengesahan badan hukum.

Insyaallah pada 21 Juli nanti seluruh pembentukan selesai. Kemudian mulai 22 Juli, Kopdes Merah Putih sudah dapat mengakses pembiayaan KUR melalui Bank Himbara,” pungkas Ferry.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia