Jumat, 15 Mei 2026

Dicaplok BBTN, Bank Victoria Syariah Gelar RUPSLB

Penulis : Nida Sahara
21 Jul 2025 | 18:53 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang Bank Victoria Syariah. (ist)
Ilustrasi. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang Bank Victoria Syariah. (ist)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Victoria Syariah (BVIS) tengah mempersiapkan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2025. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari aksi korporasi yang telah dilakukan pada Juni lalu, yakni pengambilalihan saham BVIS oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Direktur Utama BVIS Dery Januar membenarkan rencana penyelenggaraan RUPSLB tersebut. “RUPSLB akan menjadi langkah penting pasca-akta jual beli dan pengambilalihan saham BVIS oleh BTN pada 5 Juni lalu. Adapun agenda RUPSLB akan kami sampaikan setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham, dalam hal ini BTN,” jelas Dery di Jakarta, Senin (21/7/2025).

Lebih lanjut, Dery memastikan akan ada aksi korporasi lanjutan setelah proses akuisisi ini rampung. BVIS dan BTN akan bersama-sama membentuk Bank Umum Syariah (BUS). Langkah ini, menurut dia akan berdampak besar terhadap arah bisnis BVIS ke depan dan tentu memerlukan keputusan pemegang saham melalui RUPSLB.

ADVERTISEMENT

Dery menyambut baik rencana strategis yang tengah dijalankan bersama Unit Usaha Syariah BTN. Ia meyakini bahwa kolaborasi ini akan memperkuat posisi bisnis BVIS.

“Kami mendukung penuh seluruh proses yang sedang berlangsung, karena kami optimistis ke depan skala bisnis BVIS akan tumbuh lebih besar,” kata dia.

Penyelenggaraan RUPSLB BVIS diyakini dapat segera terlaksana, mengingat OJK telah menyetujui rencana BTN untuk melakukan spin off melalui akuisisi BVIS sebagai cangkang Bank Umum Syariah. Selain itu, proses restrukturisasi terkait spin off ini juga telah memperoleh persetujuan Presiden RI melalui Kementerian BUMN dan Danantara. Bahkan, Presiden disebut telah mengantongi nama untuk entitas baru hasil integrasi BVIS dan Unit Usaha Syariah BTN.

Dery pun optimistis, sinergi antara BVIS dan Unit Usaha Syariah BTN akan menciptakan entitas baru dengan semangat baru. “Kami akan memiliki lebih banyak produk, daya saing yang lebih kuat, dan market size yang jauh lebih besar. Tidak menutup kemungkinan, BVIS akan masuk ke jajaran bank syariah besar di Indonesia,” sambung Dery.

Menurutnya, peluang pertumbuhan perbankan syariah masih sangat terbuka. Fokusnya adalah pada layanan, peningkatan loyalitas nasabah iB, dan penguatan teknologi. Dengan layanan yang lebih baik, produk yang lebih beragam, dan dukungan infrastruktur digital yang mumpuni, kolaborasi ini akan menjadi jawaban atas tantangan industri perbankan syariah saat ini.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia