Jumat, 15 Mei 2026

Premi Asuransi Komersial Tumbuh 0,65% pada Semester I-2025

Penulis : Prisma Ardianto
3 Aug 2025 | 16:21 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. (ANTARA FOTO/Fauzan)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. (ANTARA FOTO/Fauzan)

JAKARTA, investor.id – Pendapatan premi asuransi komersial tumbuh 0,65% year on year (yoy) menjadi Rp 166,26 triliun pada semester I-2025. Ini mencakup premi yang dicatatkan dari perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi untuk periode Januari hingga Juni 2025.

“Kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi hingga Juni 2025 mencapai Rp 166,26 triliun atau tumbuh 0,65% yoy,” ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, baru-baru ini.

Pertumbuhan produksi premi itu jauh lebih rendah dibandingkan pencapaian pada periode sama tahun lalu. Pendapatan premi asuransi komersial pada semester I-2024 yang lalu dilaporkan dapat bertumbuh 8,46% yoy menjadi Rp 165,18 triliun.

Meski begitu, Mahendra melaporkan bahwa permodalan industri asuransi komersial tetap memadai dan solid hingga akhir Juni 2025. Di sektor asuransi jiwa, tingkat solvabilitas yang digambarkan melalui risk-based capital (RBC) berada di level 4,73%.

ADVERTISEMENT

Sedang untuk sektor asuransi umum dan reasuransi mencatat RBC sebesar 313,33% pada Juni 2025. Tingkat permodalan sektor asuransi komersial jauh di atas ambang batas 120%.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dalam laporan terakhir menyatakan tekanan daya beli yang dialami masyarakat menjadi salah satu penyebab produksi premi di sektor asuransi umum bergerak stagnan di awal tahun 2025. Bahkan, kontraksi utamanya dialami 2 dari 3 lini usaha utama yaitu asuransi properti dan kendaraan bermotor.

Di sektor asuransi jiwa, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) juga melaporkan pertumbuhan produksi premi masih cukup terbatas. Di awal tahun, premi asuransi kesehatan tumbuh dengan baik, namun produksi premi dari unit link yang pada tahun-tahun sebelumnya jadi andalan masih melanjutkan koreksi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia