Jumat, 15 Mei 2026

Kepercayaan Pulih, Masyarakat Kembali Berasuransi

Penulis : Prisma Ardianto
22 Aug 2025 | 19:24 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon (kanan) dalam konferensi pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Semester I-2025 di Jakarta yang digelas secara hybrid pada Jumat (22/8/2025). (Foto: AAJI)
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon (kanan) dalam konferensi pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Semester I-2025 di Jakarta yang digelas secara hybrid pada Jumat (22/8/2025). (Foto: AAJI)

JAKARTA, investor.id – Jumlah tertanggung perorangan dalam industri asuransi jiwa dilaporkan naik tajam pada semester I-2025. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kenaikan sebesar 16,2% secara tahunan (year on year/yoy), sehingga jumlahnya mencapai 21,63 juta jiwa. Kenaikan ini menandakan mulai pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.

Kenaikan ini sangat disyukuri oleh industri, terutama setelah sempat mengalami penurunan drastis. Jumlah tertanggung anjlok dari 27,13 juta jiwa pada semester I-2023 menjadi hanya 18,61 juta jiwa pada semester I-2024.

“Kami syukuri dulu ini sudah mulai naik. Naiknya jumlah tertanggung ini adalah kerja keras, jerih payah banyak pihak,” ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon dalam konferensi pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Semester I-2025 di Jakarta yang digelas secara hybrid pada Jumat (22/8/2025).

Menurut Budi, lonjakan jumlah tertanggung ini merupakan hasil kerja keras para agen asuransi yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Selain itu, industri asuransi jiwa di Indonesia juga berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola dan kualitas layanan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

Untuk terus meningkatkan kepercayaan publik, AAJI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan sejumlah inisiatif. Pertama, agen kini harus terdaftar di AAJI dan juga OJK guna memastikan profesionalitas mereka. Kedua, setiap agen kini memiliki kartu identitas dengan QR Code yang bisa dicek langsung oleh nasabah untuk memverifikasi lisensi mereka.

Selain itu, pekan lalu AAJI juga telah meluncurkan situs mikro untuk membantu para agen mendapatkan informasi terkini dan meningkatkan kompetensi mereka secara berkelanjutan. "Itu semua diharapkan bisa meningkatkan rasa percaya," kata Budi.

Dengan upaya-upaya ini, Budi berharap kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa terus meningkat. Targetnya adalah kembali mencapai jumlah tertanggung seperti tahun 2023, bahkan melampauinya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, industri asuransi jiwa dihadapkan pada merosotnya reputasi karena sederet persoalan yang mengemuka di masyarakat. Beberapa persoalan yang dimaksud utamanya mengenai gagal bayar AJB Bumiputera 1912, gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang berakhir pada skandal mega korupsi, dan pembengkakan kerugian PT Asabri.

Tak sampai disana, sejumlah perusahaan asuransi “zombie” juga terungkap, mereka ada dan berizin tapi tak berproduksi. Selain itu, sempat rampai pula mengenai kerugian dari produk unit link di yang menyeret nama perusahaan asuransi besar di Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia