Sabtu, 4 April 2026

Ekspansi Bisnis Ritel, Laba Bersih Nobu Bank Tumbuh 46%

Penulis : Heru Febrianto
2 Apr 2026 | 19:26 WIB
BAGIKAN
Nobu Bank bukukan kinerja impresif di tahun 2025. (Foto Ist)
Nobu Bank bukukan kinerja impresif di tahun 2025. (Foto Ist)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Nationalnobu Tbk (Nobu Bank) sepanjang tahun 2025 lalu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp481,3 miliar atau meningkat 46,30% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Corporate Secretary Nobu Bank, Mario Satrio menjelaskan perseroan membukukan kinerja yang impresif sepanjang tahun buku 2025 dengan mencatatkan pertumbuhan pada berbagai indikator utama keuangan, seiring dengan semakin kuatnya ekspansi bisnis ritel, pengembangan ekosistem pembayaran digital, serta pengelolaan bisnis yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, serta penguatan sumber pendapatan berbasis transaksi,” kata Mario dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Advertisement

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, total aset perseroan tercatat mencapai Rp41,2 triliun atau meningkat 23,67% secara tahunan (year on year/yoy), yang menempatkan Nobu Bank di jajaran Top 25 bank swasta nasional saat ini. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp28,9 triliun, tumbuh 18,76% (yoy), mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan dan produk perseroan.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit perseroan mencapai Rp24,2 triliun, tumbuh 20,07% (yoy) dengan kontribusi utama berasal dari segmen konsumer khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR), serta segmen UKM dan mikro.

“Pertumbuhan tersebut tetap disertai dengan pengelolaan risiko yang prudent, sehingga kualitas kredit perseroan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap rendah di 0,44% (Gross) dan dengan Rasio CKPN terhadap NPL sebesar 222%,” imbuhnya.

Sementara itu, kinerja pendapatan berbasis fee based income juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dengan berkontribusi 16,6% dari total pendapatan. Pendapatan ini ditopang oleh perkembangan layanan transaksi perbankan digital, agent banking, bancassurance, dan administrasi kredit.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 9 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 35 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 38 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 51 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia