Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan, IIF Peroleh Pendanaan Rp1,3 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperoleh fasilitas pendanaan senilai total sekitar Rp1,3 triliun pada awal 2026, dari lembaga keuangan domestik dan internasional.
Fasilitas baru tersebut terdiri atas fasilitas term loan sebesar Rp500 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, yang ditandatangani di Jakarta pada 22 April 2026; dan fasilitas sebesar US$30 juta dari FinDev Canada. Selain itu, IIF memperoleh perpanjangan fasilitas pendanaan sebesar Rp300 miliar dari PT Bank BNP Paribas Indonesia.
Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan menjelaskan, pendanaan tersebut merupakan bagian dari strategi IIF untuk memperluas kapasitas pembiayaan dan mengakselerasi pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. IIF juga sedang dalam proses memperoleh pendanaan tambahan hingga Rp5 triliun untuk mendukung pipeline proyek dan inisiatif efisiensi biaya.
“Kami mengapresiasi kepercayaan yang kuat dari lembaga keuangan domestik maupun internasional. Fasilitas ini mencerminkan meningkatnya keyakinan terhadap sektor infrastruktur Indonesia. Dalam 16 tahun operasinya, IIF telah membiayai lebih dari 150 proyek infrastruktur berkelanjutan,” jelas dia dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Dengan tambahan sumber pendanaan tersebut, jelas Rizki, IIF berada dalam posisi yang baik untuk memperluas dampaknya, khususnya untuk proyek yang selaras dengan keberlanjutan dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Chief Financial Officer IIF Eri Wibowo menambahkan, selain mendiversifikasi sumber pendanaan, fasilitas tersebut akan mengoptimalkan cost of funds IIF.
“Hal ini memungkinkan kami menawarkan suku bunga pembiayaan yang lebih kompetitif kepada klien, sehingga mendukung kelayakan finansial proyek-proyek infrastruktur mereka,” jelas Eri.
Sebagai salah satu katalis pembangunan infrastruktur nasional, IIF berkomitmen untuk terus mengembangkan produk yang memenuhi beragam kebutuhan klien. Hal ini mencakup solusi credit enhancement yang memungkinkan pengembang infrastruktur mengakses pasar modal domestik melalui penerbitan obligasi atau sukuk.
IIF juga terus berekspansi ke sektor strategis, dan baru-baru ini memberikan fasilitas pinjaman untuk mendukung proyek infrastruktur kesehatan. Berbagai inisiatif ini sejalan dengan mandat IIF untuk memobilisasi modal swasta guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan target Net Zero Emissions Indonesia pada 2060.
Editor: Thomas Harefa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





