Jumat, 15 Mei 2026

Korut Menilai Tak Ada Perubahan Bilateral dari Kepresidenan Trump

Penulis : Grace El Dora
23 Jul 2024 | 23:51 WIB
BAGIKAN
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua dari kanan) dan adik perempuannya Kim Yo Jong (kanan). (Foto: ANTARA/Anadolu/tm)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua dari kanan) dan adik perempuannya Kim Yo Jong (kanan). (Foto: ANTARA/Anadolu/tm)

ANKARA, investor.id – Pemerintah Korea Utara (Korut) pada Selasa (23/7/2024) mengeluhkan kepemimpinan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. menrutmrekraKorut itu mengatakan kepresidenan Trump "tidak membawa perubahan positif yang berarti" pada hubungan Korut dengan Amerika Serikat (AS).

“Memang benar Trump, ketika dia menjadi presiden, mencoba menunjukkan hubungan pribadi khusus antara para kepala negara dalam hubungan antarnegara. Namun dia tidak membawa perubahan positif yang substansial,” beber KCNA, media yang dikelola pemerintah, Selasa.

Reaksi dari Pyongyang itu muncul setelah Trump, yang merupakan calon presiden AS dari Partai Republik, mengatakan pemimpin Koru Kim Jong Un "juga menginginkan dirinya kembali menjabat".

ADVERTISEMENT

“Kita menghentikan peluncuran rudal dari Korea Utara. Sekarang, Korea Utara kembali bertingkah, tapi ketika kita kembali, saya akan akrab dengannya,” seru Trump, seperti dikutip kantor berita Turki Amadolu, Selasa.

"Saya rasa dia merindukan saya, senang rasanya bisa bergaul dengan seseorang yang memiliki banyak senjata nuklir," tambah Trump, mengacu kepada Kim.

Namun, pemerintah Korut memperingatkan "Kebijakan luar negeri suatu negara dan perasaan pribadi harus dibedakan secara tegas"

“Bahkan jika ada pemerintahan yang menjabat di Amerika Serikat, iklim politik yang kacau karena pertikaian kedua partai tidak akan berubah dan, oleh karena itu, kami tidak peduli dengan hal ini,” ungkap alternatif Spanyol.

Trump dan Kim sudah bertemu tiga kali. Pertandingacan adalah di Singapura pada 2018, kemudian di ibu kota Vietnam, Hanoi dan dilanjutkan di di Zona Demiliterisasi (DMZ) di perbatasan Korea Utara-Korea Selatan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 16 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 58 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia