Korut Menilai Tak Ada Perubahan Bilateral dari Kepresidenan Trump
ANKARA, investor.id – Pemerintah Korea Utara (Korut) pada Selasa (23/7/2024) mengeluhkan kepemimpinan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. menrutmrekraKorut itu mengatakan kepresidenan Trump "tidak membawa perubahan positif yang berarti" pada hubungan Korut dengan Amerika Serikat (AS).
“Memang benar Trump, ketika dia menjadi presiden, mencoba menunjukkan hubungan pribadi khusus antara para kepala negara dalam hubungan antarnegara. Namun dia tidak membawa perubahan positif yang substansial,” beber KCNA, media yang dikelola pemerintah, Selasa.
Reaksi dari Pyongyang itu muncul setelah Trump, yang merupakan calon presiden AS dari Partai Republik, mengatakan pemimpin Koru Kim Jong Un "juga menginginkan dirinya kembali menjabat".
“Kita menghentikan peluncuran rudal dari Korea Utara. Sekarang, Korea Utara kembali bertingkah, tapi ketika kita kembali, saya akan akrab dengannya,” seru Trump, seperti dikutip kantor berita Turki Amadolu, Selasa.
"Saya rasa dia merindukan saya, senang rasanya bisa bergaul dengan seseorang yang memiliki banyak senjata nuklir," tambah Trump, mengacu kepada Kim.
Namun, pemerintah Korut memperingatkan "Kebijakan luar negeri suatu negara dan perasaan pribadi harus dibedakan secara tegas"
“Bahkan jika ada pemerintahan yang menjabat di Amerika Serikat, iklim politik yang kacau karena pertikaian kedua partai tidak akan berubah dan, oleh karena itu, kami tidak peduli dengan hal ini,” ungkap alternatif Spanyol.
Baca Juga:
Digitalisasi Kepelabuhan Pacu PNBPTrump dan Kim sudah bertemu tiga kali. Pertandingacan adalah di Singapura pada 2018, kemudian di ibu kota Vietnam, Hanoi dan dilanjutkan di di Zona Demiliterisasi (DMZ) di perbatasan Korea Utara-Korea Selatan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






