Jumat, 15 Mei 2026

Insentif Industri Barang Modal Kurangi Ketergantungan Barang Impor

Penulis : Antara
6 Okt 2011 | 23:36 WIB
BAGIKAN

JAKARTA - Pemberian insentif bagi industri barang modal diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi barang modal dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap barang impor. Hal itu diperlukan karena kapasitas industri barang modal dalam negeri masih lebih kecil lebih dari kebutuhan.

"Ada, tapi belum bisa memenuhi kebutuhan. Kapasitasnya terbatas. Masih banyak yang harus diimpor," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian, Riset dan Teknologi, Bambang Sujagad di Jakarta, Kamis, seperti dilansir Antara.

Apalagi, kata Bambang Sujagad, tahun ini kebutuhan barang modal seperti mesin dan peralatan industri cukup besar karena ada pembangunan pabrik baru dan peremajaan mesin pada pabrik lama.

"Banyak mesin tekstil yang sudah tua dan harus diganti, pemerintah juga ada program subsidi peremajaan mesin tekstil," kata dia.

Beri insentif
Sementara itu, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan, pemerintah sudah mulai memberikan insentif untuk mendorong pertumbuhan industri barang modal.

"Untuk industri permesinan, termasuk alat berat, dan peralatan telekomunikasi mendapat tax holiday. Untuk sektor industri lain tertentu mendapat tax allowance," jelas Budi Darmadi.

Menurut data Kementerian Perindustrian, pertumbuhan industri barang modal pada tahun 2009 minus 2,87% dan pada 2010 minus 10,35%.

Kondisi yang demikian membuat industri barang modal dalam negeri tidak bisa mengikuti kebutuhan industri manufaktur yang tumbuh lebih tinggi sehingga impor barang modal makin besar.

Menurut data BPS, impor barang modal selama 2010 mencapai US$26,9 miliar atau naik 31,6% dari kurun yang sama tahun sebelumnya.

Selama Januari-Agustus 2011 impor barang modal juga naik 14,8% dari periode yang sama tahun 2010 menjadi US$20 miliar. (*)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia