Jumat, 15 Mei 2026

Kalangan Menengah ke Atas Turut Berburu Pakaian Bekas Impor di Pasar Senen

Penulis : Herman
12 Mar 2023 | 10:51 WIB
BAGIKAN
Penjualan pakaian bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat. (Foto: B-Universe/Herman)
Penjualan pakaian bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat. (Foto: B-Universe/Herman)

Jakarta, Investor.id – Siapa sangka pembeli pakaian bekas impor hanya dari kalangan menengah ke bawah atau para reseller. Tren thrifting (berburu barang bekas) telah merasuki semua kalangan pencinta mode berbusana.

Pakaian bekas impor yang marak dijual di Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat ternyata juga diminati kalangan menengah ke atas. Hal itu tampak dari banyaknya pembeli yang datang dengan menggunakan mobil pribadi. Mereka berburu pakaian bekas impor bukan lantaran harganya yang super murah, tetapi karena modelnya yang unik, yang sulit ditemui di pusat perbelanjaan kalangan atas.

Winda, pembeli asal Lebak Bulus, Jakarta Selatan mengaku tertarik membeli pakaian bekas di Pasar Senen bukan sekadar harganya yang murah, tetapi juga modelnya yang unik dan anti mainstream. Untuk brand terkenal seperi Zara, harganya bisa di bawah Rp 100.000 per baju.

ADVERTISEMENT

“Di sini barangnya unik-unik, tidak akan ditemukan di toko pakaian baru. Barangnya juga masih bagus kok, tidak seperti bekas pakai,” kata Winda saat ditemui di Pasar Senen, , Sabtu (11/3/2023).

Afifah, karyawan di salah satu toko pakaian bekas di Pasar Senen juga mengungkapkan, pembeli di tokonya banyak dari kalangan berduit. Bahkan ada beberapa yang sudah menjadi langganan. 

“Mereka ini enggak pernah nawar-nawar. Kalau modelnya unik dan memang suka, harga tinggi mendekati barang baru juga dibeli. Jadi yang dilihat modelnya, bukan harganya. Pakaian bekas kan modelnya unik-unik, apalagi impor,” kata Afifah.

Pembeli pakaian bekas di Pasar Senen juga banyak yang membuka usaha di daerah. Salah satunya Maria, pedagang pakaian bekas di Purwakarta. Maria mengaku setiap akhir pekan selalu berburu pakaian bekas untuk dijual kembali. Ia sengaja tidak membeli dalam bentuk bal dan langsung datang ke Pasar Senen menggunakan kereta agar barangnya bisa lebih bervariasi.

"Kalau beli dalam bentuk bal, barangnya kan sejenis, misalnya kaos semua atau celana semua. Kalau di sini kan kita bisa pilih-pilih langsung dan jenisnya bisa beragam disesuaikan dengan yang diinginkan pembeli," kata Maria.

Sekali belanja, Maria menghabiskan uang sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Barang yang dibelinya itu biasanya langsung ludes dalam satu hingga dua pekan, sehingga harus kembali lagi ke Pasar Senen. Maria sendiri baru memulai usahanya ini sejak awal 2023.

“Beli di sini walaupun disebutnya pakaian bekas, tetapi kualitasnya masih bagus kok dan harganya murah. Tidak semuanya bekas, ada juga yang masih baru, tetapi mungkin tidak lolos seleksi untuk dijual karena ada sedikit cacatnya,” ungkap Maria.

Perdagangan pakaian bekas impor ini sejatinya praktik ilegal. Pemerintah sebenarnya telah melarang impor pakaian bekas. Larangan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Berita ini juga telah ditayangkan di BeritaSatu,com dengan judul Kalangan Menengah Atas Minati Pakaian Bekas di Pasar Senen

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia