Kaisar Jepang Jalankan Ritual "Daijosai"
TOKYO,investor.id – Kaisar baru Jepang Naruhito pada Kamis (14/11) menjalankan ritual rumit dan rahasia, yang sudah dimulai sejak 1.300 tahun yang lalu. Ritual Dijosai tersebut bertujuan menyapaikan ucapan terima kasih kepada Dewi Matahari Amaterasu, sebagai bagian dari rangkaian upacara penobatan Naruhito sebagai kaisar.
Daijosai, yang dianggap sebagai ritual paling penting bagi rumah tangga kekaisaran Jepang, dilakukan tiga minggu setelah Naruhito menyatakan kenaikannya ke Takhta Krisan dan dilakukan hanya sekali dalam masa pemerintahan kaisar.
Tayangan televisi menunjukkan kaisar dalam jubah sutra putih berjalan perlahan melewati kompleks bangunan kayu yang dibangun khusus, di istana kekaisaran yang dikenal sebagai Daijokyu. Pada satu bagian, Naruhito tampak memasuki salah satu aula dari dua aula di mana ritual utama akan berlangsung sepanjang malam.
Kaisar akan menyerahkan beras yang baru dipanen kepada Amaterasu, yang dipercaya sebagai bagian dari garis kekaisaran Jepang telah turun, selain dewa-dewa langit dan bumi lainnya. Dalam ritual itu, Naruhito harus memanjatkan doa untuk perdamaian dan menggelar pesta dengan sang dewi, termasuk menyajikan hidangan salmon, abalon, buah jujube, dan millet atau biji-bijian yang telah dicuci dengan sake.
Sedangkan Permaisuri Masako mengenakan kimono berlapis putih, memanjatkan doanya tersendiri di aula terpisah di Daijokyu. Para bangsawan lainnya dan ratusan pelayan, termasuk Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, ikut serta dalam paviliun terpisah. Tidak ada warga negara asing yang terlihat menghadiri upacara sakral.
Kaisar kemudian menghilang dari pandangan setelah memasuki aula utama yang diterangi oleh cahaya obor. Sepanjang ritual yang berakhir tepat sebelum fajar hari ini, ia harus ditemani oleh seorang pelayan kekaisaran.
Upacara Sederhana
Upacara itu disebutkan dalam dokumen-dokumen sejarah yang berasal dari abad ketujuh, tetapi dihentikan selama lebih dari 200 tahun karena perang saudara dan kendala keuangan. Upacara kembali dimulai pada akhir abad ke-17.
Daijosai dilakukan setiap kali seorang kaisar baru naik takhta, diperkirakan menelan biaya 2,7 miliar yen (sekitar US$ 25 juta), termasuk membangun dan membongkar Daijokyu, kemudian jamuan makan di istana.
Kompleks Daijokyu dibangun di atas lahan seluas sekitar 2.700 meter persegi. Daijokyu terdiri atas sekitar 30 paviliun dengan ukuran berbeda untuk mereka yang melakukan dan mengamati ritual. "Awalnya upacara sederhana menggunakan bahan-bahan alami, tetapi mahal untuk meniru itu di zaman modern," kata Keiko Hongo, profesor di Institut Historiografi Universitas Tokyo, pada Kamis.
Bangunan-bangunannya adalah bangunan tradisional yang sederhana. Lantai dilapisi tikar jerami dan tiang-tiang terbuat dari batang kayu dengan kulit kayu. Meskipun tidak secara resmi menjadi acara negara, Daijosai telah menuai kritik karena sifat dan harganya yang sangat religius. (afp/eld)
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

