Sabtu, 4 April 2026

Kaisar Jepang Jalankan Ritual "Daijosai"

Penulis : Grace Eldora
15 Nov 2019 | 11:02 WIB
BAGIKAN
Para peserta yang mengenakan kostum tradisional Jepang memasuki Daijokyu untuk menghadiri ritual Daijosai di Istana Kekaisaran di Tokyo pada 14 November 2019. Ritual ini sebagai bagian dari upacara penobatan Kaisar Naruhito yang bertujuan mengucapkan terima kasih kepada Dewi Matahari Amaterasu. ( Foto: Japan OUT / AFP / JIJI PRESS / STR )
Para peserta yang mengenakan kostum tradisional Jepang memasuki Daijokyu untuk menghadiri ritual Daijosai di Istana Kekaisaran di Tokyo pada 14 November 2019. Ritual ini sebagai bagian dari upacara penobatan Kaisar Naruhito yang bertujuan mengucapkan terima kasih kepada Dewi Matahari Amaterasu. ( Foto: Japan OUT / AFP / JIJI PRESS / STR )

TOKYO,investor.id – Kaisar baru Jepang Naruhito pada Kamis (14/11) menjalankan ritual rumit dan rahasia, yang sudah dimulai sejak 1.300 tahun yang lalu. Ritual Dijosai tersebut bertujuan menyapaikan ucapan terima kasih kepada Dewi Matahari Amaterasu, sebagai bagian dari rangkaian upacara penobatan Naruhito sebagai kaisar.

Daijosai, yang dianggap sebagai ritual paling penting bagi rumah tangga kekaisaran Jepang, dilakukan tiga minggu setelah Naruhito menyatakan kenaikannya ke Takhta Krisan dan dilakukan hanya sekali dalam masa pemerintahan kaisar.

Tayangan televisi menunjukkan kaisar dalam jubah sutra putih berjalan perlahan melewati kompleks bangunan kayu yang dibangun khusus, di istana kekaisaran yang dikenal sebagai Daijokyu. Pada satu bagian, Naruhito tampak memasuki salah satu aula dari dua aula di mana ritual utama akan berlangsung sepanjang malam.

Kaisar akan menyerahkan beras yang baru dipanen kepada Amaterasu, yang dipercaya sebagai bagian dari garis kekaisaran Jepang telah turun, selain dewa-dewa langit dan bumi lainnya. Dalam ritual itu, Naruhito harus memanjatkan doa untuk perdamaian dan menggelar pesta dengan sang dewi, termasuk menyajikan hidangan salmon, abalon, buah jujube, dan millet atau biji-bijian yang telah dicuci dengan sake.

Advertisement

Sedangkan Permaisuri Masako mengenakan kimono berlapis putih, memanjatkan doanya tersendiri di aula terpisah di Daijokyu. Para bangsawan lainnya dan ratusan pelayan, termasuk Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, ikut serta dalam paviliun terpisah. Tidak ada warga negara asing yang terlihat menghadiri upacara sakral.

Kaisar kemudian menghilang dari pandangan setelah memasuki aula utama yang diterangi oleh cahaya obor. Sepanjang ritual yang berakhir tepat sebelum fajar hari ini, ia harus ditemani oleh seorang pelayan kekaisaran.

Kaisar Jepang Jalankan Ritual
Kaisar Jepang Naruhito (tengah) saat berjalan menuju Yukiden - salah satu dari dua aula utama Daijokyu - yang menjadi tempat pelaksanaan Daijosai, yakni upacara syukuran di Istana Kekaisaran di Tokyo pada 14 November 2019. Kaisar baru Jepang Naruhito memulai ritual rumit dan rahasia, sejak 1.300 tahun yang lalu, yang merupakan bagian dari upacara penobatannya untuk mengucapkan terima kasih kepada Dewi Matahari Amaterasu. ( Foto: Japan OUT / AFP / Japan Pool melalui Jiji Press / STR )

Upacara Sederhana

Upacara itu disebutkan dalam dokumen-dokumen sejarah yang berasal dari abad ketujuh, tetapi dihentikan selama lebih dari 200 tahun karena perang saudara dan kendala keuangan. Upacara kembali dimulai pada akhir abad ke-17.

Daijosai dilakukan setiap kali seorang kaisar baru naik takhta, diperkirakan menelan biaya 2,7 miliar yen (sekitar US$ 25 juta), termasuk membangun dan membongkar Daijokyu, kemudian jamuan makan di istana.

Kompleks Daijokyu dibangun di atas lahan seluas sekitar 2.700 meter persegi. Daijokyu terdiri atas sekitar 30 paviliun dengan ukuran berbeda untuk mereka yang melakukan dan mengamati ritual. "Awalnya upacara sederhana menggunakan bahan-bahan alami, tetapi mahal untuk meniru itu di zaman modern," kata Keiko Hongo, profesor di Institut Historiografi Universitas Tokyo, pada Kamis.

Bangunan-bangunannya adalah bangunan tradisional yang sederhana. Lantai dilapisi tikar jerami dan tiang-tiang terbuat dari batang kayu dengan kulit kayu. Meskipun tidak secara resmi menjadi acara negara, Daijosai telah menuai kritik karena sifat dan harganya yang sangat religius. (afp/eld)

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 6 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 9 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 22 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 30 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia