PBoC Optimistis Ekonomi Tumbuh 2%
TOKYO, investor.id – Bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBoC) optimistis ekonomi akan tumbuh sekitar 2% tahun ini, karena pemerintah sudah berhasil mengendalikan pandemi virus corona Covid-19.
“Ekonomi Tiongkok tetap tangguh dengan potensi yang sangat besar. Pemulihan juga akan terus berlanjut dan akan menguntungkan pemulihan global,” ujar Gubernur People's Bank of China (PBoC) Yi Gang, dalam seminar online International Banking Seminar of the Group of Thirty dari Tokyo, Jepang, Minggu (18/10), seperti dilansir Reuters.
Dalam acara yang sama, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda mengatakan, ekonomi Jepang berpotensi terus mengikuti tren peningkatan. Walau masih dihadapkan pada risiko-risiko penurunan. Akibat ketidakpastian terkait dampak dari pandemi Covid-19.
“Kegiatan ekonomi Jepang secara bertahap mulai menggeliat. BoJ tidak akan ragu untuk menambah langkah-langkah yang dapat mendukung perekonomian,” tutur Kuroda.
Ia menyebutkan, sudah ada peningkatan di sisi ekspor, produksi, dan konsumsi pribadi. Ekonomi Jepang saat ini masih dalam resesi akibat Covid-19. Sedangkan ekonomi Tiongkok sudah bangkit sejak kuartal II-2020.
Sementara itu, Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey mengatakan, ekonomi Inggris dihadapkan pada risiko-risiko penurunan sangat besar. Ia menegaskan bahwa produksi ekonomi pada akhir September 2020 merosot 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sepuluh persen itu selisih yang sangat dalam. Kami dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi yang sangat besar. Dan semakin tinggi dengan adanya Covid. Risiko ke depan tetap menunjukkan penurunan sangat besar,” tutur dia, seperti dilansir CNBC.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


