Jumat, 15 Mei 2026

60 Bank Terbesar Kucurkan US$ 3,8 T ke Bahan Bakar Fosil

Penulis : Happy Amanda Amalia
25 Mar 2021 | 06:40 WIB
BAGIKAN
Gedung Citigroup di New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: Jason Kempin / Getty Images / AFP)
Gedung Citigroup di New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: Jason Kempin / Getty Images / AFP)

NEW YORK, investor.id – Laporan terbaru dari organisasi-organisasi iklim dengan judul “Banking on Climate Chaos 2021” yang diterbitkan Rabu (24/3), terdapat 60 bank komersial dan investasi terbesar di dunia yang secara kolektif membiayai US$ 3,8 triliun untuk perusahaan-perusahaan minyak mentah atau bahan bakar fosil mulai 2016 hingga 2020. Padahal Kesepakatan Iklim Paris telah ditandatangani pada 2015 dan berlaku mulai 4 November 2016.

“Laporan ini berfungsi sebagai pemeriksaan realitas bagi bank-bank yang berpikir, bahwa tujuan nol-bersih yang samar sudah cukup untuk menghentikan krisis iklim. Masa depan kita berjalan di mana uang mengalir, dan pada 2020 bank-bank ini telah menghabiskan miliaran dolar untuk mengunci kita dalam kekacauan iklim lebih lanjut,” ujar analis riset senior di Oil Change International Lorne Stockman, salah satu organisasi yang menulis laporan itu, yang dikutip CNBC.

Sebagai informasi, laporan tersebut merupakan kolaborasi dari tujuh organisasi nirlaba, yakni Rainforest Action Network, Bank Track, Indigenous Environmental Network, Oil Change International, Reclaim Finance, dan Sierra Club.

Setiap tahun, total pembiayaan untuk bahan bakar fosil mengalami penurunan 9% pada 2020. Namun, laporan tersebut mengaitkan penurunan dengan pembatasan permintaan akibat pandemi virus corona Covid-19.

ADVERTISEMENT

Laporan organisasi iklim itu juga menemukan, bahwa angka pembiayaan bahan bakar fosil dari 60 bank komersial dan investasi terbesar di dunia pada 2020 lebih tinggi daripada 2016 – di tahun pertama Perjanjian Iklim Paris diberlakukan.

Seperti diketahui, mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keluar dari perjanjian internasional itu pada 2017. Namun, AS kembali bergabung dengan Kesepakatan Iklim Paris ketika Presiden Joe Biden menjabat di hari pertamanya.

Menurut laporan organisasi iklim, ada tiga bank yang paling banyak menggelontorkan pembiayaan untuk bahan bakar fosil pada 2020, yakni JPMorgan Chase dengan US$ 51,3 miliar; Citi sebesar US$ 48,4 miliar; dan Bank of America dengan US$ 42,1 miliar.

Saat dikonfirmasi ke perwakilan JPMorgan Chase, mereka mengatakan kepada CNBC “Make It” bahwa pihak bank tidak dapat mengomentari laporan dari pihak ketiga. Tetapi mereka mengarahkan CNBC pada inisiatifnya untuk mengatasi perubahan iklim, termasuk mengadopsi komitmen pembiayaan yang selaras dengan tujuan Perjanjian Paris, dan memfasilitasi US$ 200 miliar dalam hal pembiayaan bersih dan berkelanjutan pada 2025.

Sedangkan Citi mengarahkan CNBC “Make It” ke unggahan di blog yang diterbitkan, Selasa (23/3) oleh Val Smith, chief sustainability officer bank. Dalam unggahannya, Citi mengatakan akan bekerja dengan para klien perbankan yang bergerak di bidang bahan bakar fosil yang sudah ada untuk transisi pertama ke pelaporan publik tentang emisi gas rumah kaca. Kemudian mengarah ke penghentian bertahap pembiayaan yang ditawarkan kepada perusahaan yang tidak mematuhi standar-standar pengurangan karbon.

“Sebagai bank paling global di dunia, kami mengakui bahwa kami terhubung dengan banyak sektor padat karbon yang telah mendorong pembangunan ekonomi global selama beberapa dekade. Oleh karena itu, upaya kami untuk mencapai emisi nol bersih pada 2050 mengharuskan kami bekerja dengan para klien kami, termasuk klien bahan bakar fosil, untuk membantu mereka dan sistem energi yang kami andalkan guna transisi ke ekonomi nol bersih,” demikian tulis Smith.

60 Bank Terbesar Kucurkan US$ 3,8 T ke Bahan Bakar Fosil
Pembiayaan perbankan untuk bahan bakar fosil 2016-2020. ( Sumber: Oil Change International / priceofoil.org )

Salah Arah

Sementara itu, Bank of America tidak menanggapi permintaan komentar dari CNBC. Laporan “Banking on Climate Chaos 2021” itu muncul karena banyak indikator menunjukkan perekonomian global saat ini tidak berada di jalur yang tepat untuk mencapai pengurangan emisi yang ditetapkan sebagai bagian dari Perjanjian Iklim Paris pada 2015.

Laporan 2020 merupakan laporan tahunan ke-12, meski cakupan laporannya semakin meluas pada saat itu. Para penulis laporan mengumpulkan data-data pinjaman dan penjaminan bank dengan menggunakan metodologi kredit liga (league credit)Bloomberg – yang berarti kredit dibagi antara bank-bank yang memainkan peran utama dalam transaksi tertentu, serta memanfaatkan data dari Bloomberg Finance L.P. dan Global Coal Exit List.

Selain itu, perbankan diberi kesempatan untuk mempertimbangkan temuan tersebut. “Draf temuan laporan dibagikan dengan bank-bank sebelumnya, dan mereka diberi kesempatan untuk mengomentari pembiayaan dan penilaian kebijakan,” demikian menurut laporan itu.


 

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia