Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana gedung Evergrande Center di Shanghai, Tiongkok. Foto: HECTOR RETAMAL / AFP

Suasana gedung Evergrande Center di Shanghai, Tiongkok. Foto: HECTOR RETAMAL / AFP

Evergrande Perbanyak Penasihat Keuangan dan Hukum

Minggu, 23 Januari 2022 | 09:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SHANGHAI, investor.id China Evergrande Group menyampaikan pada Jumat (21/1) bahwa pihaknya telah menambah lebih banyak penasihat keuangan dan hukum untuk mengatasi masalah utang yang membelit.

Langkah tersebut merespons pernyataan sekelompok kreditur internasional, yang mengatakan akan mengambil tindakan penegakan apabila pengembang properti asal Negeri Tirai Bambu itu tidak berbuat lebih banyak guna menyelesaikan gagal bayar utang (default) utang.

Dalam pengajuan ke bursa saham, Evergrande menyampaikan bahwa pihaknya mengusulkan keterlibatan China International Capital Corp Ltd dan BOCI Asia Ltd sebagai penasihat keuangan, dan Zhong Lun Law Firm LLP sebagai penasihat hukum.

Keputusan itu dirilis sehari setelah kelompok kreditur luar negeri, yang diwakili oleh firma hukum Kirkland & Ellis dan bank investasi Moelis, menyatakan siap melakukan berbagai tindakan yang diperlukan untuk membela hak-hak anggota menyusul anggapan bahwa Evergrande kurang terlibat dalam krisis ini.

Sebagai informasi, Evergrande adalah perusahaan properti paling banyak memiliki hutang di dunia dengan kewajiban mencapai lebih dari US$ 300 miliar, termasuk obligasi internasional senilai hampir US$ 20 miliar yang semuanya dianggap default pasca gagal melakukan pembayaran pada akhir tahun lalu.

Di samping itu, kondisi keuangan perusahaan yang memburuk turut mengguncang pengembang-pengembang properti lainnya di Tiongkok selama setahun terakhir, dan memperparah tekanan pendanaan di sektor tersebut. Semisal, kegagalan upaya menjual obligasi yang dialami rival Evergrande, Country Garden Holdings Co Ltd., pada pekan lalu.

Meski demikian, tetap ada isyarat positif di mana perusahaan mengejutkan pasar pada Jumat dengan penerbutan baru obligasi konversi senilai US$ 500,2 juta. Evergrande sebelumnya telah meminta para pemegang obligasi luar negeri untuk mengungkapkan kepemilikan. Pengembang kemudian mengupayakan mendapat jawaban pada pertengahan pekan depan guna mengidentifikasi investor untuk komunikasi dan membantu restrukturisasi utang.

Sementara itu, harga saham Evergrande pada Jumat, turun 0,6%. Sedangkan data yang dirilis Duration Finance menunjukkan obligasi dolar Amerika Serikat (AS) April 2023 diperdagangkan di kisaran 12,551 sen dolar, sedikit menguat setelah pengajuan Evergrande ke bursa saham pada Jumat, meskipun masih lebih rendah daripada semalam.

Saham-saham dan obligasi pengembang properti Tiongkok itu dilaporkan menunjukkan penguatan pada pekan ini, di tengah harapan bahwa serangkaian tindakan pemerintah baru-baru ini bakal membantu meringankan tekanan pendanaan sektor dan membalikkan kemerosotan konstruksi, juga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ada pun Country Garden, pengembang properti terbesar di China berdasarkan penjualan, mengatakan akan menerbitkan obligasi konversi senilai HK$ 3,9 miliar untuk membiayai kembali utang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.

Kantor berita Reuters melaporkan pada Rabu (19/1) bahwa pembuat kebijakan juga sedang menyusun aturan nasional untuk memudahkan pengembang mengakses dana dari penjualan yang masih disimpan dalam escrow account atau rekening bersama yang dikelola pihak ketiga, yang akan meningkatkan likuiditas jangka pendek mereka dan mengulur waktu membayar utang. (sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN