Selasa Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat
SINGAPURA, Investor.id – Mayoritas saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi (1/3/2022). Investor menavigasi situasi yang berubah di Rusia dan Ukraina.
Nikkei 225 Jepang naik 1,36%, sedangkan Topix naik 0,92%. S&P/ASX 200 di Australia naik 1,24%.
Reserve Bank of Australia akan mengadakan pertemuan pada hari Selasa, tetapi diperkirakan hanya akan menaikkan suku pada kuartal ketiga, menurut jajak pendapat Reuters.
Di tempat lain, pasar Korea Selatan ditutup untuk liburan pada hari Selasa.
Di sisi pendapatan, raksasa teknologi China Baidu diperkirakan akan mengumumkan hasil kuartal keempatnya di akhir Asia.
Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur resmi China dan PMI Manufaktur Caixin/Markit juga akan dirilis Selasa.
Saham AS bergejolak semalam, dan tiga indeks utama membukukan kerugian bulanan yang tajam karena investor menilai ketidakpastian di Rusia dan Ukraina, dan sanksi terkait.
Kedua negara mengadakan pembicaraan putaran pertama mereka pada hari Senin, dan Associated Press melaporkan bahwa lebih banyak negosiasi dapat segera dilakukan.
AS dan sekutunya telah mengumumkan sanksi berat terhadap Moskow setelah invasi Rusia ke Ukraina pekan lalu.
Kanada menjadi negara Barat pertama yang secara khusus menargetkan energi Rusia ketika mengatakan akan melarang impor minyak mentah Rusia. Gedung Putih mengatakan tidak mengesampingkan pembatasan pembelian minyak dan gas AS, tetapi sejauh ini belum memberikan sanksi kepada industri tersebut.
Bank sentral Rusia pada hari Senin menaikkan suku bunga lebih dari dua kali lipat karena rubel jatuh.
Mata Uang dan Komoditas
Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 96,707.
Yen Jepang diperdagangkan pada 115,05, melemah dari 114,99, sementara dolar Australia berpindah tangan pada $0,7260.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 0,36% menjadi $96,06 per barel di perdagangan Asia.
Emas spot, yang secara tradisional merupakan tempat berlindung yang aman di saat ketidakpastian, terakhir diperdagangkan di $1.906,84.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


