Update Perang di Ukraina: Bom Kuat di Mariupol, Hingga Jurnalis Rusia yang Dihukum 9 Tahun
KYIV, investor.id - Dua bom super kuat dikatakan telah mengguncang Mariupol, saat pihak berwenang Ukraina melakukan upaya baru untuk menyelamatkan warga sipil dari kota pelabuhan selatan yang terkepung. Berikut adalah perkembangan terbaru dalam perang di Ukraina.
Lebih dari 200.000 orang terperangkap di Mariupol, meskipun lebih dari 7.000 orang melarikan diri dalam 24 jam terakhir. Warga yang berhasil melarikan diri menggambarkan kota tersebut sebagai pemandangan neraka yang membekukan, penuh dengan jasad korban tewas dan bangunan yang hancur, kata Human Rights Watch (HRW).
Tidak Akan Menyerah
“Jika yang terburuk menjadi yang terburuk ... kita akan mati, tetapi kita tidak akan pernah menyerah,” kata Walikota Kyiv Vitali Klitschko kepada Dewan Eropa pada Rabu (23/3), ketika pasukan Rusia berusaha mengepung ibu kota Ukraina tersebut.
Pentagon mengatakan pasukan Rusia kesulitan logistik dan keberlanjutan. “Kami pikir mereka punya masalah komando dan kontrol,” ujar juru bicara Pentagon Amerika Serikat (AS) John Kirby.
Komando militer Ukraina mengatakan pihaknya yakin pasukan Rusia sekarang memiliki amunisi, makanan, dan bahan bakar yang cukup hanya untuk tiga hari.
Pasukan Ukraina membalikkan momentum medan perang melawan serangan Rusia di beberapa daerah untuk merebut kembali wilayahnya dalam beberapa hari terakhir, kata Pentagon.
Baca Juga:
Ukraina Tolak Serahkan Kota MariupolPBB Kecam Perang Tak Masuk Akal
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan agar pemerintah Rusia mengakhiri perang yang disebutnya tidak masuk akal di Ukraina. "(Konflik yang) tidak dapat dimenangkan," tukasnya.
Majelis Umum PBB mengadakan kembali sesi darurat khusus di Ukraina pada Rabu. Pihaknya juga menjadwalkan pemungutan suara minggu ini pada resolusi Prancis dan Meksiko yang tidak mengikat, yang mengecam serangan Rusia.
Opsi Nuklir
Pemerintah Rusia mengatakan, pihaknya hanya akan menggunakan senjata nuklir dalam konteks konflik Ukraina jika menghadapi ancaman eksistensial, kata juru bicara Rusia Dmitry Peskov.
Rusia Cari Pembicaraan Substansial
Otoritas Rusia mengatakan ingin pembicaraan damai dengan Ukraina menjadi lebih substansial, setelah beberapa putaran negosiasi yang tidak meyakinkan.
12 Tewas di Ukraina Timur
Sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan di Ukraina timur, termasuk lima di Avdiivka wilayah Donetsk pada Senin (21/3), kata ombudswoman Ukraina Lyudmyla Denisova.
Sanksi Barat Baru
Lebih banyak sanksi terhadap Rusia dan pengetatan tindakan yang ada akan diumumkan Kamis (34/2), ketika Presiden AS Joe Biden dijadwalkan bertemu sekutu Eropa di Brussel, kata Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan.
Hukum Berita 'Palsu'
Alexander Nevzorov menjadi reporter dan komentator politik terkemuka Rusia pertama yang diperiksa. Ia dituduh menyebarkan informasi yang disebut palsu, tentang tentara Rusia di bawah undang-undang baru yang diperkenalkan setelah serangan militer.
Kritikus Rusia yang dipenjara tersebut dinyatakan bersalah atas tuduhan tambahan. Hukumannya diperpanjang hingga sembilan tahun, ketika pemerintah Rusia membasmi perbedaan pendapat.
Navalny akan ditempatkan di koloni hukuman yang ketat dengan kondisi yang lebih keras, sebagai desakan pemerintah Rusia untuk melawan siapapun yang disebutnya para penjahat perang.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






