Jumat, 15 Mei 2026

Update Perang di Ukraina: Rusia Mulai Mundur, Hingga Krisis Pangan Seperti PD II

Penulis : Grace El Dora
30 Mar 2022 | 15:02 WIB
BAGIKAN
Anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertemu untuk membahas perkembangan di Ukraina pada 29 Maret 2022 di New York, AS. (FOTO: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)
Anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertemu untuk membahas perkembangan di Ukraina pada 29 Maret 2022 di New York, AS. (FOTO: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

KYIV, investor.id – Pemerintah Rusia menghentikan upaya yang gagal untuk mengepung Kyiv. Pihaknya mengumumkan akan secara radikal mengurangi aktivitas militer di sekitar ibu kota Ukraina tersebut. Sementara krisis makanan Ukraina semakin parah, diperkirakan seperti yang terlihat pada Perang Dunia II. Berikut adalah perkembangan terbaru dalam perang di Ukraina.

Otoritas Rusia telah mengatakan bahwa serangan di kota utara Chernihiv juga akan berkurang, setelah kemajuan dalam pembicaraan damai yang diadakan di Istanbul yang dinilai bermakna.

Respon Waspada

ADVERTISEMENT

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan hati-hati menyambut sinyal positif dari pemerintah Rusia, dengan mengatakan pasukan Ukraina tidak akan mengurangi upaya pertahanan.

Pentagon memperingatkan bahwa pemerintah Rusia sedang memosisikan ulang pasukannya, bukan mundur.

"Rusia telah gagal dalam tujuannya untuk merebut Kyiv. Itu tidak berarti bahwa ancaman terhadap Kyiv sudah berakhir,” kata juru bicara Pentagon, Rabu (30/3).

Krisis Pangan

Sementara itu, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) David Beasley mengatakan, konflik telah menyebabkan kekurangan pangan dan lonjakan harga yang melampaui apa yang terlihat sejak Perang Dunia II.

Pembicaraan Istanbul

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin melaporkan pembicaraan damai kedua negara di Istanbul, Turki, telah membawa kemajuan terkait netralitas dan status non nuklir Ukraina yang adalah dua tuntutan utama pemerintah Rusia.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan akan melepaskan aliansi militer-politik, tetapi menyerukan penjamin internasional untuk menjaga keamanannya. Negosiator Ukraina David Arakhamia mengatakan kemajuan saat ini cukup memberikan alasan untuk pertemuan presiden Rusia dan Ukraina.

Serangan di Mykolaiv

Dua belas orang tewas dan 34 terluka ketika serangan rudal Rusia menghantam gedung pemerintah daerah di Mykolaiv.

Putin Nlokir Evakuasi Mariupol

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa kelompok, yang disebutnya nasionalis, di kota pelabuhan Mariupol yang dikepung harus menyerah sebelum situasi kemanusiaan yang sulit terselesaikan. Pernyataan ini secara efektif menggagalkan misi bantuan internasional yang diusulkan.

Pejabat militer Mariupol mengatakan bahwa lebih dari 70 staf dan pasien dibawa secara paksa dari rumah sakit bersalin di kota itu.

Rubel dan Persediaan Naik, Minyak Turun

Harga minyak turun dan pasar saham Eropa ditutup lebih tinggi di tengah berita positif dari pembicaraan tersebut. Rubel melonjak lebih dari 10% terhadap dolar, sementara harga minyak turun lebih dari 5%.

Negara-negara UE Usir Diplomat

Negara-negara Uni Eropa (UE) Belgia, Belanda, Irlandia, dan Republik Ceko mengusir puluhan diplomat Rusia yang dicurigai sebagai mata-mata.

Amerika Memperingatkan

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memperingatkan pemerintah Rusia mungkin memilih dan menahan warga AS di Rusia, mendesak orang Amerika untuk tidak melakukan perjalanan ke negara itu.

Lavrov ke Tiongkok

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tiba di Tiongkok dalam kunjungan pertamanya ke sekutu penting itu, sejak pemerintah Rusia melancarkan serangan ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia