Update Perang di Ukraina: Rusia Mulai Mundur, Hingga Krisis Pangan Seperti PD II
KYIV, investor.id – Pemerintah Rusia menghentikan upaya yang gagal untuk mengepung Kyiv. Pihaknya mengumumkan akan secara radikal mengurangi aktivitas militer di sekitar ibu kota Ukraina tersebut. Sementara krisis makanan Ukraina semakin parah, diperkirakan seperti yang terlihat pada Perang Dunia II. Berikut adalah perkembangan terbaru dalam perang di Ukraina.
Otoritas Rusia telah mengatakan bahwa serangan di kota utara Chernihiv juga akan berkurang, setelah kemajuan dalam pembicaraan damai yang diadakan di Istanbul yang dinilai bermakna.
Respon Waspada
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan hati-hati menyambut sinyal positif dari pemerintah Rusia, dengan mengatakan pasukan Ukraina tidak akan mengurangi upaya pertahanan.
Pentagon memperingatkan bahwa pemerintah Rusia sedang memosisikan ulang pasukannya, bukan mundur.
"Rusia telah gagal dalam tujuannya untuk merebut Kyiv. Itu tidak berarti bahwa ancaman terhadap Kyiv sudah berakhir,” kata juru bicara Pentagon, Rabu (30/3).
Krisis Pangan
Sementara itu, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) David Beasley mengatakan, konflik telah menyebabkan kekurangan pangan dan lonjakan harga yang melampaui apa yang terlihat sejak Perang Dunia II.
Pembicaraan Istanbul
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin melaporkan pembicaraan damai kedua negara di Istanbul, Turki, telah membawa kemajuan terkait netralitas dan status non nuklir Ukraina yang adalah dua tuntutan utama pemerintah Rusia.
Pihak berwenang Ukraina mengatakan akan melepaskan aliansi militer-politik, tetapi menyerukan penjamin internasional untuk menjaga keamanannya. Negosiator Ukraina David Arakhamia mengatakan kemajuan saat ini cukup memberikan alasan untuk pertemuan presiden Rusia dan Ukraina.
Serangan di Mykolaiv
Dua belas orang tewas dan 34 terluka ketika serangan rudal Rusia menghantam gedung pemerintah daerah di Mykolaiv.
Putin Nlokir Evakuasi Mariupol
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa kelompok, yang disebutnya nasionalis, di kota pelabuhan Mariupol yang dikepung harus menyerah sebelum situasi kemanusiaan yang sulit terselesaikan. Pernyataan ini secara efektif menggagalkan misi bantuan internasional yang diusulkan.
Pejabat militer Mariupol mengatakan bahwa lebih dari 70 staf dan pasien dibawa secara paksa dari rumah sakit bersalin di kota itu.
Rubel dan Persediaan Naik, Minyak Turun
Harga minyak turun dan pasar saham Eropa ditutup lebih tinggi di tengah berita positif dari pembicaraan tersebut. Rubel melonjak lebih dari 10% terhadap dolar, sementara harga minyak turun lebih dari 5%.
Negara-negara UE Usir Diplomat
Negara-negara Uni Eropa (UE) Belgia, Belanda, Irlandia, dan Republik Ceko mengusir puluhan diplomat Rusia yang dicurigai sebagai mata-mata.
Amerika Memperingatkan
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memperingatkan pemerintah Rusia mungkin memilih dan menahan warga AS di Rusia, mendesak orang Amerika untuk tidak melakukan perjalanan ke negara itu.
Lavrov ke Tiongkok
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tiba di Tiongkok dalam kunjungan pertamanya ke sekutu penting itu, sejak pemerintah Rusia melancarkan serangan ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

