Pasar Reli Setelah Pernyataan Rusia, Investor Masih Waspada
HONG KONG, investor.id – Sebagian besar saham kembali naik pada perdagangan Rabu (30/3), karena investor menyambut dengan waspada janji pemerintah Rusia untuk secara radikal mengurangi aktivitas militer di sekitar dua kota termasuk ibu kota Ukraina, Kyiv. Pernyataan ini mengangkat harapan untuk gencatan senjata dalam perang Ukraina yang telah berlangsung sebulan.
Pengumuman tersebut disampaikan setelah pembicaraan antara kedua perwakilan negara di Turki, langsung memicu reli di pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa namun membuat harga minyak jatuh.
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin mengatakan ada kemajuan terkait netralitas dan status non nuklir Ukraina, yang menjadi dua kekhawatiran utama pemerintah Rusia.
Negosiator Ukraina David Arakhamia mengatakan kondisi ini menjadi alasan yang cukup bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertemu dalam upaya mengakhiri krisis.
Namun kegembiraan itu mereda ketika para pemimpin dunia menyambut berita itu dengan skeptis. Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa dirinya ingin melihat apakah Rusia akan menindaklanjuti janji untuk mengurangi ketegangan.
Sementara itu, Pentagon mengatakan bahwa Putin hanya memposisikan kembali sejumlah kecil pasukan di dekat Kyiv, tetapi bisa mempersiapkan serangan besar di tempat lain.
Kenaikan Kuat Dipertanyakan
Kenaikan kuat di Wall Street dan di Eropa sebagian besar diimbangi di Asia. Bursa Hong Kong, Shanghai, Sydney, Seoul, Singapura, Mumbai, Taipei, Manila, Jakarta, dan Wellington semuanya berkinerja baik. Tokyo melawan tren dengan jatuh.
London naik tipis dalam pembukaan bursa, meskipun Paris dan Frankfurt merosot.
“Pertanda pertama kabar baik, tidak peduli seberapa lemah, dari pembicaraan Ukraina-Rusia menghasilkan penyerbuan massal ke ekuitas,” kata Jeffrey Halley dari OANDA, Rabu.
“Pasar Asia, sama putus asanya dengan berita baik dari front Timur seperti yang lain, telah bereaksi dengan reli kuat,” tambahnya.
Tetapi ada peringatan bahwa pelaku pasar mungkin telah mendahului sentimen.
“Ini membingungkan sampai batas tertentu untuk melihat bahwa pasar bereaksi sekuat yang terjadi,” kata Alexander Rodnyansky, penasihat Zelensky, kepada Bloomberg TV.
“Satu-satunya hal yang benar-benar akan membawa mereka ke meja perundingan adalah keberhasilan Ukraina di medan perang dan tekanan ekonomi lebih lanjut, dalam hal sanksi,” imbuhnya.
Dengan nada serupa, analis politik yang berbasis di Moskow Evgeny Minchenko menilai ada kesalahpahaman pasar.
“Saya pikir ada kesalahpahaman yang sangat serius tentang apa yang dikatakan kedua belah pihak di Istanbul setelah pembicaraan. Sejauh ini saya baru saja mendengar bahwa akan ada lebih sedikit tindakan di dekat Kyiv dan Chernigiv, karena tentara Rusia memusatkan sumber dayanya melawan tentara Ukraina di (wilayah timur) Donbas,” jelasnya.
Pada Selasa (29/3) malam waktu setempat, staf umum Ukraina yang mengkonfirmasi unit Rusia ditarik dari wilayah Kyiv dan Chernigiv mengatakan ada kemungkinan besar rotasi pasukan yang dimaksudkan untuk menyesatkan militer Ukraina.
“Kami tidak siap untuk menyebut ini sebagai kemunduran atau bahkan penarikan,” kata juru bicara Pentagon John Kirby. Ia memperingatkan, serangan besar mungkin akan terjadi di wilayah lain di Ukraina dan ancaman terhadap Kyiv belum berakhir.
Pasar Minyak
Harga minyak naik di bisnis Asia setelah awalnya jatuh pada pengumuman Rusia, yang mengirim WTI turun sebentar di bawah US$ 100.
Spekulasi tentang penurunan besar dalam permintaan yang disebabkan oleh penguncian lebih dari 20 juta orang di Shanghai, kota terbesar Tiongkok, dan harapan untuk kemajuan dalam pembicaraan nuklir Iran juga membebani harga.
Minyak mentah tetap meningkat di tengah kekhawatiran lanjutan tentang pasokan yang disebabkan oleh perang Ukraina. Sementara itu analis mengatakan ada ekspektasi bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen utama lainnya, termasuk Rusia, akan memutuskan untuk tidak menaikkan produksi pada pertemuan bulanan mereka minggu ini.
Investor akan mengawasi rilis data pekerjaan AS pada Jumat (1/4), yang akan memberikan gambaran baru tentang ekonomi utama dunia sehubungan dengan melonjaknya inflasi dan meningkatnya ketidakpastian yang disebabkan oleh perang.
Pembacaan yang kuat dapat memacu Federal Reserve (The Fed) bertindak lebih agresif untuk melawan lonjakan harga. Beberapa komentator memperkirakan beberapa kenaikan suku bunga hingga setengah poin tahun ini.
Pertarungan yang dihadapi bank sentral AS dalam mengendalikan harga terlihat dalam data Spanyol yang menunjukkan inflasi mencapai tertinggi 37 tahun pada Maret 2022. Ini sejalan dengan lonjakan serupa di seluruh dunia, karena lonjakan biaya energi yang disebabkan oleh perang.
Angka-Angka Kunci Sekitar 0720 GMT
Tokyo - Nikkei 225: TURUN 0,8% pada 28.027,25 (penutupan)
Indeks Hong Kong - Hang Seng: NAIK 1,9% ke 22,352,34
Shanghai - Komposit: NAIK 2,0% pada 3.266,60 (penutupan)
London - FTSE 100: NAIK 0,1% pada 7.544,22
West Texas Intermediate: NAIK 2,6% pada US$ 106,92 per barel
Minyak mentah Brent North Sea: NAIK 2,4% menjadi US$ 112,86 per barel
Euro/ dolar: NAIK pada US$1,1131 dari US$ 1,1090 akhir Selasa
Pound/ dolar: NAIK pada US$ 1,3130 dari US$ 1,3094
Euro/ pound: NAIK pada 84,80 pence dari 84,66 pence
Dolar/ yen: TURUN di 121,81 yen dari 122,77 yen
New York - DOW: NAIK 1,0% pada 35.294,19 (penutupan)
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






