Menteri Keuangan AS Ingin Memodernisasi Organisasi Keuangan Global
WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) akan menyerukan adanya reformasi lembaga-lembaga ekonomi utama dunia. Janet Yellen mengatakan bahwa perang di Ukraina membuktikan perlunya perubahan dalam organisasi semacam itu.
“Kita akan ... perlu memodernisasi lembaga kita yang ada, Dana Moneter Internasional (IMF) dan bank pembangunan multilateral, sehingga mereka cocok untuk abad ke-21 di mana tantangan dan risiko terus mendunia,” kata Yellen dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Dewan Atlantik pada Rabu (13/4).
Yellen dijadwalkan berbicara tentang visinya untuk ekonomi global dalam konteks konflik Ukraina. Ini disampaikannya seminggu sebelum menteri keuangan tersebut bersama gubernur bank sentral mengunjungi Washington untuk pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia.
“Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk berpikir besar. Memang, kita berada di tengah perang Rusia di Ukraina. Namun, saya melihat ini sebagai waktu yang tepat untuk bekerja mengatasi kesenjangan dalam sistem keuangan internasional kita yang kita saksikan secara real time,” jelasnya.
Pemerintah AS telah memberlakukan beberapa putaran sanksi ekonomi dan keuangan terhadap Rusia, termasuk pembekuan aset dan pelarangan transaksi bank-bank besar Rusia.
Langkah-langkah ini harus memaksa pemerintah untuk memilih antara menopang ekonominya dan mendanai kelanjutan perang brutal Putin, kata Yellen.
Dalam pidatonya, ia juga berencana untuk mencela negara dan perusahaan yang tidak memutuskan hubungan ekonomi dengan Rusia meskipun tanpa menyebutkan namanya.
Baca Juga:
Update Perang di Ukraina: Biden Tuduh Rusia Genosida hingga Warga yang Mulai Kembali ke UkrainaPemerintah Tiongkok dan India, khususnya, tetap bermitra dengan Rusia.
“(Negara-negara ini mungkin melihat) kesempatan untuk memperoleh keuntungan dengan mempertahankan hubungan mereka dengan Rusia dan mengisi kembali kekosongan yang ditinggalkan oleh negara lain. Motivasi semacam itu picik,” kata Yellen dengan nada peringatan.
Di luar situasi di Ukraina, pertemuan minggu depan juga akan fokus pada pengiriman vaksin, perang melawan pemanasan global, serta dukungan untuk negara-negara berpenghasilan rendah.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler


