Jumat, 15 Mei 2026

Menteri Keuangan AS Ingin Memodernisasi Organisasi Keuangan Global

Penulis : Grace El Dora
13 Apr 2022 | 18:24 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan AS Janet Yellen berbicara tentang aset digital di American University, Washington, DC, pada 7 April 2022. (FOTO: STEFANI REYNOLDS / AFP)
Menteri Keuangan AS Janet Yellen berbicara tentang aset digital di American University, Washington, DC, pada 7 April 2022. (FOTO: STEFANI REYNOLDS / AFP)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) akan menyerukan adanya reformasi lembaga-lembaga ekonomi utama dunia. Janet Yellen mengatakan bahwa perang di Ukraina membuktikan perlunya perubahan dalam organisasi semacam itu.

“Kita akan ... perlu memodernisasi lembaga kita yang ada, Dana Moneter Internasional (IMF) dan bank pembangunan multilateral, sehingga mereka cocok untuk abad ke-21 di mana tantangan dan risiko terus mendunia,” kata Yellen dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Dewan Atlantik pada Rabu (13/4).

Yellen dijadwalkan berbicara tentang visinya untuk ekonomi global dalam konteks konflik Ukraina. Ini disampaikannya seminggu sebelum menteri keuangan tersebut bersama gubernur bank sentral mengunjungi Washington untuk pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia.

ADVERTISEMENT

“Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk berpikir besar. Memang, kita berada di tengah perang Rusia di Ukraina. Namun, saya melihat ini sebagai waktu yang tepat untuk bekerja mengatasi kesenjangan dalam sistem keuangan internasional kita yang kita saksikan secara real time,” jelasnya.

Pemerintah AS telah memberlakukan beberapa putaran sanksi ekonomi dan keuangan terhadap Rusia, termasuk pembekuan aset dan pelarangan transaksi bank-bank besar Rusia.

Langkah-langkah ini harus memaksa pemerintah untuk memilih antara menopang ekonominya dan mendanai kelanjutan perang brutal Putin, kata Yellen.

Dalam pidatonya, ia juga berencana untuk mencela negara dan perusahaan yang tidak memutuskan hubungan ekonomi dengan Rusia meskipun tanpa menyebutkan namanya.

Pemerintah Tiongkok dan India, khususnya, tetap bermitra dengan Rusia.

“(Negara-negara ini mungkin melihat) kesempatan untuk memperoleh keuntungan dengan mempertahankan hubungan mereka dengan Rusia dan mengisi kembali kekosongan yang ditinggalkan oleh negara lain. Motivasi semacam itu picik,” kata Yellen dengan nada peringatan.

Di luar situasi di Ukraina, pertemuan minggu depan juga akan fokus pada pengiriman vaksin, perang melawan pemanasan global, serta dukungan untuk negara-negara berpenghasilan rendah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia