Jumat, 15 Mei 2026

Jelang Pertemuan Ekonomi Utama Dunia, AS Upayakan Tekanan pada Rusia

Penulis : Grace El Dora
19 Apr 2022 | 09:09 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan AS Janet Yellen berpidato pada 13 April 2022 di Washington, DC. (FOTO: CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)
Menteri Keuangan AS Janet Yellen berpidato pada 13 April 2022 di Washington, DC. (FOTO: CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pekan ini akan meminta rekan-rekannya di negara-negara ekonomi utama untuk menambah tekanan ekonomi di Rusia atas serangannya ke Ukraina, kata seorang pejabat senior AS.

Perang dan dampaknya terhadap ekonomi global akan menjadi topik utama diskusi selama pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, yang dimulai Senin (Selasa pagi WIB) waktu setempat.

Pejabat keuangan dari negara-negara G7 dan G20 juga akan bertemu minggu ini.

ADVERTISEMENT

“Menteri yakin serangan Rusia ke Ukraina telah menunjukkan perlunya ekonomi terbesar di dunia berdiri bersama untuk mempertahankan ketertiban internasional serta melindungi perdamaian dan kemakmuran,” kata pejabat Departemen Keuangan AS kepada wartawan, Selasa (19/4).

“Dia akan menggunakan pertemuan minggu ini bekerja dengan sekutu, melanjutkan upaya bersama kami untuk meningkatkan tekanan ekonomi di Rusia sambil mengurangi efek limpahan,” lanjutnya.

IMF dan Bank Dunia telah memperingatkan biaya yang menghancurkan dari perang terhadap ekonomi global, terutama melalui kenaikan harga energi dan makanan pada saat inflasi tinggi.

Sanksi Barat terhadap Rusia telah berkontribusi pada tekanan harga, yang paling parah menghantam negara-negara termiskin.

Yellen mengaku sangat prihatin tentang dampaknya.

“Kami teguh dalam tekad kami untuk meminta pertanggungjawaban Rusia dan kepemimpinannya, dan telah menjatuhkan sanksi yang melumpuhkan,” kata pejabat itu.

Dalam pidatonya di Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional, Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo berjanji untuk membongkar mesin perang Rusia. “Sepotong demi sepotong, dengan mengganggu kompleks industri militer mereka dan rantai pasokannya,” kata dia.

“Kami melanjutkan upaya kami untuk menggunakan sanksi dan kontrol ekspor untuk menolak masukan penting yang dibutuhkan Rusia, menargetkan sektor-sektor utama seperti kedirgantaraan, elektronik, dan lainnya yang terkait dengan sektor pertahanan,” lanjutnya, seraya mencatat bahwa serangan Rusia telah memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan negara tersebut.

Pejabat Departemen Keuangan AS juga mengatakan akan terus bekerja untuk menghukum negara-negara yang mencoba menghindari sanksi dan membatasi kemampuan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memproyeksikan kekuasaan. Meski demikian, mereka tidak memberikan secara spesifik jenis sanksi atau target yang dipertimbangkan.

Yellen akan berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan penting minggu ini, terutama sesi pembukaan G20 yang berfokus pada dampak serangan Rusia. Namun ia tidak akan menghadiri sesi-sesi lain jika pejabat dari Rusia disertakan, kata pejabat Departemen Keuangan.

Presiden AS Joe Biden telah mengusulkan untuk mengeluarkan Rusia dari keanggotaan G20.

Yellen akan bertemu dengan Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal. "Akan menegaskan kembali dukungan tegas pemerintah Biden untuk rakyat Ukraina saat mereka mempertahankan hidup dan negara mereka,” jelas Departemen Keuangan.

Ia juga akan menyerukan upaya multilateral terkoordinasi untuk mendukung kebutuhan pendanaan jangka pendek Ukraina sebagai bantuan kemanusiaan dan pembangunan kembali.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 8 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 46 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 50 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia