Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konsumen lokal mengantre di depan kedai minuman, beberapa waktu lalu. (FOTO: kr-asia.com / Nayuki)

Konsumen lokal mengantre di depan kedai minuman, beberapa waktu lalu. (FOTO: kr-asia.com / Nayuki)

PDB Kuartal I-2022 Jepang Kontraksi 1% Akibat Corona dan Inflasi

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:07 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

TOKYO, investor.id – Ekonomi Jepang sedikit kontraksi pada kuartal I-2022, menurut data resmi produk domestik bruto (PDB) yang dirilis Rabu (18/5) akibat pembatasan varian virus corona Covid-19 dan inflasi yang lebih tinggi. Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu menyusut 0,2% secara kuartal ke kuartal (QoQ) pada periode Januari-Maret 2022 dan 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar kontraksi 0,4%.

Ini mengikuti rebound moderat dalam tiga bulan terakhir pada 2021 yang terbukti berumur pendek, setelah pemerintah Jepang memberlakukan pembatasan Covid-19 di tengah wabah baru dipicu oleh varian virus corona Omicron pada Januari 2022.

Advertisement

Baca juga: Studi: Tiongkok Muncul Lagi Sebagai Pusat Penambangan Bitcoin

Pertumbuhan juga terpukul oleh kenaikan biaya impor dengan melonjaknya harga energi. Yen jatuh ke level terendah terhadap dolar dalam 20 tahun.

Para ekonom memperkirakan ekonomi akan pulih lagi pada kuartal April-Juni 2022, setelah pembatasan virus telah dicabut. Tetapi pihaknya memberi peringatan hati-hati.

“Kami melihat tiga hambatan untuk pemulihan yang diekspektasi ini,” kata ekonom UBS Masamichi Adachi dan Go Kurihara dalam sebuah catatan menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB), Rabu.

“Pertama adalah kenaikan harga pangan dan energi. Kedua adalah hambatan dari penguncian di Tiongkok ... dan ketiga adalah risiko potensi kebangkitan infeksi virus,” jelasnya.

Selain itu, ada ketidakpastian yang sedang berlangsung terkait dengan ketegangan dalam hubungan internasional dan konflik militer, menurut survei di antara para ekonom yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Ekonomi Jepang.

Selama musim pendapatan saat ini, perusahaan-perusahaan besar Jepang seperti Sony dan Nissan telah menawarkan proyeksi secara hati-hati karena ketidakpastian, terutama atas gangguan rantai pasokan dan efek penguncian Covid-19 di Tiongkok.

Baca juga: Tambah 2 Orang, Pasien Covid-19  Dirawat di  RSDC Wisma Atlet  Jadi 9 Orang 

Data Rabu menunjukkan bahwa rebound ekonomi pada kuartal terakhir 2021 adalah 0,9%, sedikit lebih lemah dari perkiraan awal pertumbuhan 1,1%.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN