Jumat, 15 Mei 2026

PDB Kuartal I-2022 Jepang Kontraksi 1% Akibat Corona dan Inflasi

Penulis : Grace El Dora
18 Mei 2022 | 10:07 WIB
BAGIKAN
Konsumen lokal mengantre di depan kedai minuman, beberapa waktu lalu. (FOTO: kr-asia.com / Nayuki)
Konsumen lokal mengantre di depan kedai minuman, beberapa waktu lalu. (FOTO: kr-asia.com / Nayuki)

TOKYO, investor.id – Ekonomi Jepang sedikit kontraksi pada kuartal I-2022, menurut data resmi produk domestik bruto (PDB) yang dirilis Rabu (18/5) akibat pembatasan varian virus corona Covid-19 dan inflasi yang lebih tinggi. Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu menyusut 0,2% secara kuartal ke kuartal (QoQ) pada periode Januari-Maret 2022 dan 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar kontraksi 0,4%.

Ini mengikuti rebound moderat dalam tiga bulan terakhir pada 2021 yang terbukti berumur pendek, setelah pemerintah Jepang memberlakukan pembatasan Covid-19 di tengah wabah baru dipicu oleh varian virus corona Omicron pada Januari 2022.

Pertumbuhan juga terpukul oleh kenaikan biaya impor dengan melonjaknya harga energi. Yen jatuh ke level terendah terhadap dolar dalam 20 tahun.

ADVERTISEMENT

Para ekonom memperkirakan ekonomi akan pulih lagi pada kuartal April-Juni 2022, setelah pembatasan virus telah dicabut. Tetapi pihaknya memberi peringatan hati-hati.

“Kami melihat tiga hambatan untuk pemulihan yang diekspektasi ini,” kata ekonom UBS Masamichi Adachi dan Go Kurihara dalam sebuah catatan menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB), Rabu.

“Pertama adalah kenaikan harga pangan dan energi. Kedua adalah hambatan dari penguncian di Tiongkok ... dan ketiga adalah risiko potensi kebangkitan infeksi virus,” jelasnya.

Selain itu, ada ketidakpastian yang sedang berlangsung terkait dengan ketegangan dalam hubungan internasional dan konflik militer, menurut survei di antara para ekonom yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Ekonomi Jepang.

Selama musim pendapatan saat ini, perusahaan-perusahaan besar Jepang seperti Sony dan Nissan telah menawarkan proyeksi secara hati-hati karena ketidakpastian, terutama atas gangguan rantai pasokan dan efek penguncian Covid-19 di Tiongkok.

Data Rabu menunjukkan bahwa rebound ekonomi pada kuartal terakhir 2021 adalah 0,9%, sedikit lebih lemah dari perkiraan awal pertumbuhan 1,1%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia