Jumat, 15 Mei 2026

Apa yang Paling Penting dari Pengumuman Kenaikan Suku Bunga The Fed? Cek...

Penulis : Investor Daily
12 Jun 2022 | 18:09 WIB
BAGIKAN
Gedung The Federal Reserve (The Fed) di Washington, DC.,  Amerika Serikat (AS). ( Foto: Daniel SLIM / AFP )
Gedung The Federal Reserve (The Fed) di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: Daniel SLIM / AFP )

JAKARTA, investor.id – Arah pasar keuangan sepekan ke depan diprediksi akan bergantung pada pengumuman kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR) oleh Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, Rabu (15/6/2022).

Pertengahan pekan depan, Powell akan memberi pengarahan kepada pers setelah rapat bank sentral selama dua hari. The Fed diperkirakan akan menaikkan FFR sebesar 0,5%. Namun, data inflasi AS pada Mei telah membuat pasar gelisah dan berharap pembuat kebijakan bisa lebih agresif atau memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih cepat di masa mendatang.

Selain mengumumkan kenaikan suku bunga, pada hari yang sama, The Fed akan merilis prediksi pertumbuhan ekonomi AS. Namun, Kepala Strategi Makro di Wells Fargo, Michael Schumacher berpendapat bahwa apapun yang dikatakan Powell tentang kenaikan suku bunga musim panas dan musim gugur, tidak serta merta dapat membantu mengatur arah pasar keuangan yang bergejolak.

ADVERTISEMENT

Belakangan ini, pasar saham dan obligasi telah bergejolak karena investor khawatir bahwa inflasi mungkin tidak mencapai puncaknya, dan kenaikan suku bunga dapat menyebabkan resesi.

“Menurut saya, kuncinya adalah apa yang Powell bicarakan dalam konferensi tersebut dan apakah dia memberikan sesuatu yang terdengar seperti panduan tegas untuk bulan September. Jika dia melakukannya, dia hanya akan melakukannya, jika dia ingin menjadi hawkish. Jika tidak, orang akan melihatnya sebagai dovish,” papar pimpinan perusahaan jasa keuangan multinasional AS tersebut, seperti dilansir CNBC.

Sementara itu, Kepala Strategi Ekuitas di RBC Capital Markets, Lori Calvasina memberi catatan bahwa pasar saham terkoreksi lebih dalam dari perkiraan, setelah indeks harga konsumen periode Mei 2022 sebesar 8,6% diumumkan pada Jumat (10/6/2022). "Pasar menginginkan beberapa bukti yang jelas dan meyakinkan bahwa Fed dapat melakukan ini tanpa memulai resesi," ujar Lori.

Menurut dia, pasar akan mengambil isyarat dari data ekonomi. Contohnya, laporan inflasi Jumat lalu menjadi katalis negatif untuk pasar yang sudah memperhitungkan kekhawatiran tentang inflasi dan ketakutan resesi.

Hal itu menambah sentimen perdebatan tentang kemungkinan Fed mempertimbangkan kenaikan suku bunga 75 bps dan melanjutkannya dengan kecepatan yang lebih agresif. Barclays dan Jefferies mengubah perkiraan mereka pada Jumat lalu dengan memasukkan kemungkinan kenaikan FFR sebesar 75 bps pada pengumuman Rabu depan, meskipun ekonom lain masih memperkirakan 50 bps. (C02)

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia