Ekonom Gedung Putih Prihatin Tentang Resesi, Tetapi Ekonomi Kuat
WASHINGTON, investor.id – Ekonomi Amerika Serikat (AS) tetap kuat, kata ekonom Gedung Putih dengan nada penegaskan. Namun ia juga mengakui tim Presiden AS Joe Biden khawatir tentang kemungkinan resesi.
Inflasi AS melonjak pada laju tercepat dalam lebih dari empat dekade, mengirim harga bahan bakar dan perumahan meroket. Warga Amerika merasakan sakitnya, sementara Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga untuk mencoba mendinginkan ekonomi, memicu kekhawatiran penurunan tajam.
Terlepas dari kontraksi dalam tiga bulan pertama tahun ini, bagian inti dari ekonomi terbesar dunia tetap dalam kondisi yang baik. Termasuk pasar tenaga kerja dan belanja konsumen, kata kepala Dewan Penasihat Ekonomi pemerintahan Biden Cecelia Rouse di CNBC.
“Ketika kita melihat (risiko) resesi ... itu jelas menjadi perhatian, tetapi tulang ekonomi kita solid,” katanya, Rabu (22/6). Ia mencatat bahwa ekonomi AS berada pada posisi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan daripada kebanyakan negara lain.
Pada Minggu (19/6), Menteri Keuangan AS Janet Yellen juga mencoba untuk memadamkan ketakutan resesi. Ia menyampaikan bahwa penurunan masih terelakkan, bahkan ketika ekonomi akan melambat karena transisi ke pertumbuhan yang stabil.
Rouse mengatakan bahwa Biden fokus pada tantangan inflasi, yang terkait dengan pandemi Covid-19. “Tidak mudah untuk mengembalikan ekonomi global,” imbuhnya.
Gangguan rantai pasokan global telah menjadi faktor kunci dalam memicu kenaikan harga, sementara lockdown pandemi di Tiongkok menambah ketidakpastian yang sedang berlangsung.
Tapi serangan Rusia ke Ukraina adalah pengubah permainan, kata Rouse.
“Kita semua berharap The Fed bisa mengendalikan inflasi tanpa terlalu banyak menyerahkan lapangan kerja maksimal. Kita semua berharap untuk soft landing yang diidamkan,” ungkapnya.
The Fed pekan lalu menerapkan kenaikan suku bunga ketiga tahun ini, terbesar dalam hampir 30 tahun, serta menjanjikan kenaikan yang lebih besar dalam beberapa bulan mendatang.
Relatif Sehat
Presiden Richmond Fed Bank Thomas Barkin mengatakan bahwa ada risiko resesi, tetapi ia setuju ada banyak tanda ekonomi tetap kuat.
“Data perekonomian hari ini masih terlihat relatif sehat. Besok tentu saja tidak jelas,” kata Barkin kepada AFP.
Namun, ia mengakui bahwa dengan menaikkan suku bunga The Fed dan prospek yang tidak pasti untuk rantai pasokan global, kekhawatiran penurunan yang akan datang tidak mengejutkan. Tetapi tidak semua resesi sama, katanya, dan perlu diingat bahwa kebanyakan resesi lain tidak terlalu lama atau dalam.
Menurutnya, membuat ekonomi kembali normal setelah gangguan pasokan tidak harus membutuhkan penurunan aktivitas yang berbahaya bagi ekonomi.
“Anda ingin kembali ke tempat yang Anda inginkan secepat mungkin tanpa merusak apa pun,” katanya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler

