Jumat, 15 Mei 2026

Suku Bunga ECB Naik, Lagarde Salahkan Perang Rusia

Penulis : Grace El Dora
21 Jul 2022 | 21:02 WIB
BAGIKAN
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde berpidato pada konferensi pers tentang kebijakan moneter zona euro, setelah pertemuan dewan pemerintahan ECB di Frankfurt am Main, Jerman barat pada 21 Juli 2022. (FOTO: Daniel ROLAND / AFP)
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde berpidato pada konferensi pers tentang kebijakan moneter zona euro, setelah pertemuan dewan pemerintahan ECB di Frankfurt am Main, Jerman barat pada 21 Juli 2022. (FOTO: Daniel ROLAND / AFP)

FRANKFURT, investor.id – Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (21/7) mengakhiri era suku bunga negatif di zona euro, dengan kenaikan setengah poin persentase atau 50 basis poin (bps) yang lebih besar dari yang diperkirakan. Pasalnya, inflasi melonjak dan krisis energi membayangi bahkan Presiden ECB Christine Lagarde menyalahkan dampak dari perang Rusia di Ukraina.

Kenaikan suku bunga adalah yang pertama bagi institusi Frankfurt sejak 2011.

ECB mengatakan, penilaian risiko inflasi barunya membenarkan bahwa bank sentral mengambil langkah pertama yang lebih besar pada jalur normalisasi tingkat kebijakannya daripada yang ditunjukkan pada pertemuan sebelumnya. Pada pertemuan Juni 2022, regulator berbagi niat mereka untuk menaikkan suku bunga dengan lebih moderat 25 bps atau seperempat poin persentase.

Lagarde: Dampak Perang Rusia

ADVERTISEMENT

Dampak dari perang Rusia di Ukraina dan melonjaknya inflasi telah menggelapkan prospek ekonomi zona euro, Lagarde pada Kamis.

“Agresi Rusia yang tidak dapat dibenarkan terhadap Ukraina merupakan hambatan yang berkelanjutan pada pertumbuhan. Dampak inflasi yang tinggi ... dan ketidakpastian yang lebih tinggi memiliki efek peredam pada ekonomi,” kata Lagarde, Kamis.

Ia menambahkan bahwa faktor-faktor itu secara signifikan mengaburkan prospek ekonomi di paruh kedua 2022.

“(Inflasi zona euro) terus tinggi yang tidak diinginkan dan diperkirakan akan tetap di atas target kami untuk beberapa waktu,” katanya.

Inflasi di zona euro mencapai 8,6% pada Juni 2022, level tertinggi yang pernah ada di klub mata uang tersebut bahkan jauh di atas target bank sentral 2%.

ECB juga meluncurkan rincian pertama dari alat penanganan krisis baru, untuk melawan tekanan pasar obligasi di beberapa bagian zona euro.

Instrumen tersebut merupakan respons terhadap kenaikan biaya pinjaman baru-baru ini bagi pemerintah di negara-negara yang memiliki utang lebih tinggi, biasanya anggota zona euro selatan, seperti Italia.

Dijuluki Instrumen Perlindungan Transmisi (TPI), skema pembelian obligasi yang ditargetkan dapat diaktifkan. “Untuk melawan dinamika pasar yang tidak beralasan dan tidak teratur yang menimbulkan ancaman serius terhadap transmisi kebijakan moneter di seluruh kawasan euro,” kata ECB.

Pandangan Negatif

Kenaikan ECB mengangkat fasilitas deposito keluar dari wilayah negatif untuk pertama kalinya dalam delapan tahun, menjadi nol persen.

Tingkat pada operasi refinancing utamanya naik menjadi 0,50% dan pada fasilitas pinjaman marjinalnya menjadi 0,75%.

Dengan harga-harga lepas landas, euro melemah terhadap dolar dan bank sentral lainnya berlomba dengan kenaikan yang lebih besar. ECB dengan cepat berada di bawah tekanan untuk berpikir tentang membuat langkah yang lebih besar pada pertemuan Kamis.

Kenaikan suku bunga di masa depan akan sesuai, kata ECB, karena tampaknya akan mengejar Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat dan bank sentral Inggris (BoE) yang mulai menaikkan suku bunga lebih awal dan lebih agresif.

Pembebanan awal dari kenaikan suku bunga berarti ECB dapat mengambil pendekatan perlahan untuk keputusan suku bunga, katanya. Pihaknya menekankan bahwa pergerakan di masa depan akan bergantung pada data.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 41 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia