Pasar Asia Pasifik Menguat Setelah Fed Naikkan Suku Bunga
SINGAPURA, investor.id – Saham di kawasan Asia Pasifik naik pada perdagangan Kamis (28/7), menyusul keputusan Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) untuk melawan inflasi. Langkah ini secara luas telah diperkirakan.
Nikkei 225 Jepang naik 0,83%, sedangkan indeks Topix naik 0,37%.
Di Australia, S&P/ ASX 200 naik 0,35%.
Kospi di Korea Selatan naik 0,88%, sedangkan Kosdaq naik 0,99%.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,48%.
Kenaikan suku bunga membawa Fed funds rate (FFR) ke level tertinggi sejak Desember 2018.
Strategi Gubernur Fed Jerome Powell tentang langkah bank sentral selanjutnya mendorong saham AS naik semalam.
“Ketika sikap kebijakan moneter semakin ketat, kemungkinan akan menjadi tepat untuk memperlambat laju kenaikan sementara kami menilai bagaimana penyesuaian kebijakan kumulatif kami mempengaruhi ekonomi dan inflasi,” katanya, Kamis.
Ekspektasi untuk kenaikan 50 bps pada September 2022 berada di 65% pada Kamis pagi di Asia, menurut FedWatch Tool dari CME Group. The Fed mengatakan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk mengurangi inflasi.
Powell juga mengatakan bahwa dirinya tidak berpikir AS saat ini dalam resesi.
Dow Jones Industrial Average naik 436,05 poin, atau sekitar 1,4%, menjadi 32.197,59. S&P 500 naik 2,62% menjadi ditutup pada 4.023,61 dan Nasdaq Composite naik 4,06% menjadi 12,032.42 sehari setelah hasil kuartalan dari Alphabet dan Microsoft.
Di Asia, data penjualan ritel Australia akan dirilis Kamis. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bahwa penjualan ritel untuk Juni 2022 tumbuh 0,5%, dibandingkan dengan 0,9% pada Mei 2022.
Pasar Thailand tutup untuk hari libur Kamis.
Samsung akan melaporkan pendapatan kuartal kedua setelah panduan pendapatan lebih baik dari yang ditakuti awal bulan ini, menyebabkan reli saham chip semikonduktor.
Mata Uang dan Minyak
Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 106,366. Itu turun tajam setelah kenaikan suku bunga Fed.
Yen Jepang diperdagangkan pada 136,08 per dolar, setelah melemah melewati level 137 minggu ini. Dolar Australia berada di level US$ 0,6995 karena dolar AS melemah.
Minyak berjangka naik pada Kamis pagi di Asia. Minyak mentah AS naik 0,68% menjadi US$ 97,92 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,49% menjadi US$ 107,14 per barel.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler


