Jumat, 15 Mei 2026

Raksasa Chip Taiwan TSMC: Perang Akan Hancurkan Pasokan Global

Penulis : Grace El Dora
1 Aug 2022 | 20:32 WIB
BAGIKAN
Dua chip dipamerkan di Taiwan Semiconductor Research Institute (TSRI) di Hsinchu, Taiwan pada 11 Februari 2022. (FOTO: REUTERS/Ann Wang)
Dua chip dipamerkan di Taiwan Semiconductor Research Institute (TSRI) di Hsinchu, Taiwan pada 11 Februari 2022. (FOTO: REUTERS/Ann Wang)

TAIPEI, investor.id – Kepala raksasa teknologi Taiwan TSMC memperingatkan bahwa serangan apapun ke pulau itu akan membuat pabriknya tidak dapat beroperasi. Pasalnya, ketegangan politik meningkat menjelang kunjungan potensial oleh Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi.

Pada Senin (1/8) Pelosi memulai tur Asia yang diselimuti kerahasiaan. Banyak pihak berspekulasi, tetapi tidak ada konfirmasi apakah dia akan berhenti di Taiwan.

Pemerintah Tiongkok daratan, yang menganggap Taiwan sebagai wilayahnya, berikrar bahwa pulau itu akan direbut suatu hari jika perlu dengan cara paksa. Pihaknya telah mengatakan bahwa kunjungan Pelosi akan dianggap sebagai provokasi besar.

ADVERTISEMENT

Kehebohan di Tiongkok telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sementara kemungkinan adanya serangan meningkat di bawah kepemimpinan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Dalam wawancara langka dengan CNN yang ditayangkan Senin, Kepala TSMC Mark Liu menyampaikan peringatannya. “Tidak ada yang bisa mengendalikan TSMC dengan paksa,” tegasnya, Senin.

Perusahaan Manufaktur Semikonduktor Taiwan (TSMC) adalah salah satu pemasok utama microchip tercanggih di dunia dan pabriknya beroperasi dengan kapasitas penuh untuk mengatasi kekurangan global. Chip ini yang digunakan dalam berbagai hal, mulai dari ponsel pintar, mobil, hingga rudal.

“Jika Anda mengambil kekuatan militer atau invasi, Anda akan membuat pabrik TSMC tidak beroperasi. Ini adalah fasilitas manufaktur yang sangat canggih. Itu tergantung pada koneksi real time dengan dunia luar, dengan Eropa, dengan Jepang, dengan AS,” jelas Liu.

Perusahaan Taiwan itu mendominasi lebih dari setengah pasar semikonduktor global, dengan klien termasuk Apple dan Sony.

“Dari bahan hingga bahan kimia dan suku cadang, hingga diagnosis perangkat lunak rekayasa, dan adalah upaya semua orang untuk membuat pabrik ini dapat beroperasi,” kata Liu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia