Yuan Tiongkok Melemah karena Kunjungan AS ke Taiwan
SHANGHAI, investor.id – Mata uang Yuan Tiongkok melemah tipis pada Rabu (3/8), karena ketegangan diplomatik atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan mengurangi sentimen.
Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) menetapkan tingkat titik tengah CNY=PBoC di level 6,7813 per dolar AS sebelum pembukaan pasar, lebih lemah dari penetapan sebelumnya 6,7462.
Di pasar spot, yuan CNY=CFXS dibuka pada 6,7585 per dolar dan berpindah tangan pada 6,7515 pada tengah hari, 15 pip lebih lemah dari penutupan akhir sesi sebelumnya.
Kedatangan Pelosi pada Selasa (2/8) malam di Taiwan memicu tanggapan marah dari pemerintah Tiongkok, pada saat ketegangan internasional sudah meningkat oleh serangan militer Rusia ke Ukraina. Adapun Taiwan dianggap oleh Tiongkok sebagai provinsi yang memisahkan diri.
“Pasar Asia kemungkinan akan diperdagangkan sideways melihat perkembangan AS-Tiongkok,” kata OCBC Bank dalam sebuah catatan, Rabu.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan telah mengajukan protes keras ke AS, dengan mengatakan kunjungan Pelosi sangat merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Sementara itu, Kementerian Pertahanan negara tersebut mengatakan militernya telah dalam siaga tinggi dan akan meluncurkan “operasi militer yang ditargetkan” sebagai tanggapan keras.
Risiko eskalasi setelah Pelosi meninggalkan wilayah tersebut akan menjadi fokus langsung bagi pasar, kata Managing Partner SPI Asset Management Stephen Innes.
“Di luar teater militer, masalah yang harus diperhatikan begitu Pelosi kembali ke AS adalah apakah Gedung Putih berbicara keras tentang Tiongkok,” jelasnya.
Indeks dolar AS =USD melemah pada Rabu menyusul lonjakan semalam, dengan pejabat Federal Reserve (Fed) membicarakan potensi kenaikan suku bunga agresif lebih lanjut.
Pada Selasa, Presiden Fed San Francisco Mary Daly dan Presiden Fed Chicago Charles Evans mengisyaratkan bahwa mereka dan rekan-rekan mereka tetap teguh dan sepenuhnya bersatu untuk menaikkan suku bunga ke tingkat yang akan lebih signifikan mengekang kegiatan ekonomi.
“Bagaimanapun, pidato Fed baru-baru ini menunjukkan bahwa siklus pengetatan masih jauh dari selesai sebelum memulihkan stabilitas harga,” kata Kepala Strategi FX Asia di Mizuho Bank Ken Cheung.
“Mempertimbangkan bahwa divergensi kebijakan moneter antara Tiongkok dan AS mungkin berlanjut, Tiongkok masih akan menghadapi tekanan arus keluar modal yang relatif besar, membebani yuan,” jelas analisis dari ekonom senior Akademi Ilmu Sosial Tiongkok Zhang Ming.
Zhang memperkirakan mata uang tersebut akan tetap antara 6,6-7,0 terhadap greenback pada paruh kedua 2022.
Indeks dolar global .DXY turun ke 106.063 dari penutupan sebelumnya di 106,241. Yuan lepas pantai CNH=D3 diperdagangkan pada 6,7605 per dolar.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

