Jumat, 15 Mei 2026

OPEC+ Setuju Naikkan Produksi Hanya 100 Bph

Penulis : Iwan Subarkah
4 Aug 2022 | 14:39 WIB
BAGIKAN
Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). ( Foto: AFP/File )
Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). ( Foto: AFP/File )

WINA, investor.id – Kartel minyak OPEC+ pada Rabu (3/8) setuju menaikkan produksi hanya 100.000 barel per hari (bph). Keputusan ini menurut kalangan analis bakal mengecewakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, yang belum lama ini secara personal meminta kepada Arab Saudi untuk melonjakkan produksi guna meredam kenaikan harga energi.

Namun kartel yang dipimpin Saudi dan Rusia itu memutuskan menaikkan produksi 100.000 bph untuk September 2022. Jauh lebih rendah dari penaikan sebelum-sebelumnya.

Menyusul pengumuman OPEC+ itu, harga minyak mentah dunia fluktuatif cukup tajam. Naik dulu lalu turun lebih dari satu persen pada sesi perdagangan siang. Harga minyak mentah Brent turun di bawah US$ 100 per barel.

ADVERTISEMENT

“Ini adalah kenaikan terkecil dalam sejarah OPEC+ dan tidak membantu sama sekali untuk mengatasi krisis energi global. Pemerintahan Biden tidak akan senang dan bisa mementahkan hubungan AS-Saudi yang baru saja meningkat,” ujar Edward Moya, analis OANDA, kepada AFP.

Ia memperkirakan harga minyak mentah dunia bertahan di kisaran US$ 100 per barel. Harga energi dunia melonjak menyusul invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022.

Biden mendatangi langsung Saudi pada Juli 2022. Ia berusaha meyakinkan Saudi untuk membuka keran produksinya lebih lebar untuk menstabilkan pasar dan berdampak ke dalam perang melawan inflasi.

Usa bertemu putra mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman, Biden mengatakan berusaha sekuat tenaga agar pasokan minyak meningkat.

“Kenaikan produksi 100.000 mah sedikit sekali. Pemerintahan Biden bakalan kecewa, karena berarti lawatannya ke Arab Saudi hampir sia-sia,” ujar Han Tan, kepala analis pasar Exinity.

OPEC+ setuju menaikkan lagi kuota produksinya tahun lalu, setelah permintaan bangkit lagi pasca-ambruk akibat pandemi Covid-19. OPEC+ mulai menambah sekitar 400.000 bph ke pasar tahun lalu. Bahkan pada Juli dan Agustus 2022 meningkatkannya sekitar 650.000.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 43 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia