Tiongkok Tetap Latihan Militer di Sekitar Taiwan, Tak Hiraukan Kritik
BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok tetap lanjutkan latihan militer di sekitar Taiwan pada Senin (8/8). Pihaknya tidak menghiraukan kritik dan seruan untuk mengakhiri latihan terbesarnya yang pernah mengelilingi pulau demokratis itu, setelah kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi.
Otoritas Tiongkok mengamuk atas perjalanan Pelosi, pejabat dengan profil tertinggi AS yang mengunjungi Taiwan dalam beberapa dekade terakhir. Kunjungan itu membatalkan serangkaian pembicaraan dan perjanjian kerja sama dengan AS, terutama tentang perubahan iklim dan pertahanan.
Militernya telah mengerahkan jet tempur, kapal perang, dan rudal balistik di kawasan. Para analis menggambarkan ini sebagai praktik untuk blokade dan serangan pamungkas ke pulau yang diperintah sendiri, yang diklaim Tiongkok sebagai wilayahnya.
Latihan itu sempat diperkirakan berakhir Minggu (7/8), tetapi baik pihak Tiongkok maupun Taiwan tidak mengonfirmasi berakhirnya latihan, meskipun Kementerian Transportasi Taiwan mengatakan telah melihat beberapa bukti yang menunjukkan setidaknya penarikan sebagian.
Otoritas Tiongkok hari ini mengatakan latihan sedang berlangsung. “Teater timur Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) terus melakukan latihan bersama dan pelatihan praktis di laut dan wilayah udara di sekitar pulau Taiwan,” katanya, Senin.
Latihan itu, kata Komando Timur militer Tiongkok, berfokus pada pengorganisasian operasi anti kapal selam dan serangan laut bersama.
Di hari yang sama, pemerintah Tiongkok juga akan melakukan latihan menembak langsung di beberapa bagian Laut Tiongkok Selatan (LTS) dan Laut Kuning.
Taiwan Menantang
Pemerintah Taiwan tetap menentang latihan militer Tiongkok dan akan memulai latihan tembakan langsung militernya besok, Selasa (9/8).
Perdana Menteri (PM) Taiwan Su Tseng-chang mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok secara biadab menggunakan aksi militer untuk mengganggu perdamaian di Selat Taiwan.
“Kami menyerukan kepada pemerintah Tiongkok untuk tidak berkeliling menggunakan kekuatan militernya, menunjukkan kekuatannya di mana-mana, dan membahayakan perdamaian kawasan itu,” katanya kepada wartawan, Minggu.
Kementerian Luar Negeri Taipei mengatakan latihan itu mengancam wilayah dan bahkan dunia.
Untuk menunjukkan seberapa dekat pulau itu dengan pantai Taiwan, militer Tiongkok merilis video pilot angkatan udara yang merekam garis pantai pulau dan pegunungan dari kokpit pesawat. Komando Timur juga membagikan foto yang dikatakannya adalah kapal perang yang berpatroli, sementara garis pantai Taiwan terlihat di latar belakang.
Rudal balistik ditembakkan ke ibu kota Taiwan, Taipei, selama latihan pekan lalu menurut laporan media pemerintah Tiongkok. Skala dan intensitas latihan itu, ditambah penarikan dari pembicaraan penting tentang iklim dan pertahanan, memicu kemarahan di AS dan negara demokrasi lainnya.
Para ahli mengatakan latihan itu telah mengungkapkan militer Tiongkok semakin berani, mampu melakukan blokade di Taiwan, serta menghalangi pasukan AS untuk datang membantunya.
“Di beberapa wilayah, PLA bahkan mungkin melampaui kemampuan AS,” kata Grant Newsham, peneliti di Forum Jepang untuk Studi Strategis dan mantan perwira Angkatan Laut AS, kepada AFP. Ia merujuk pada militer Tiongkok dengan nama resminya.
“Jika pertempuran terbatas di daerah sekitar Taiwan, angkatan laut Tiongkok saat ini adalah lawan yang berbahaya. Dan jika Amerika dan Jepang tidak melakukan intervensi karena alasan tertentu, segalanya akan sulit bagi Taiwan,” tandasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

