Jumat, 15 Mei 2026

RI Serukan Junta Militer Myanmar Implementasikan Konsensus 5 Poin

Penulis : Grace El Dora
8 Aug 2022 | 20:12 WIB
BAGIKAN
Kursi Menteri Luar Negeri (Menlu) Myanmar Wunna Maung Lwin terlihat kosong saat Pertemuan Menlu Asean di Phnom Penh, Kamboja pada 4 Agustus 2022. (FOTO: REUTERS/SOE ZEYA TUN)
Kursi Menteri Luar Negeri (Menlu) Myanmar Wunna Maung Lwin terlihat kosong saat Pertemuan Menlu Asean di Phnom Penh, Kamboja pada 4 Agustus 2022. (FOTO: REUTERS/SOE ZEYA TUN)

JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyerukan agar junta Myanmar mengimplementasikan Konsensus 5 Poin (5PCs) yang telah disepakati untuk membantu mengakhiri krisis di negara tersebut.

Seruan tersebut disampaikan Retno dalam pidatonya pada peringatan hari jadi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) yang ke-55 di Jakarta, Senin (8/8).

“Pada hari jadi ini, marilah kita kembali menyerukan agar junta militer Myanmar mengimplementasikan Konsensus 5 Poin (5PCs) secara penuh,” ujar Retno, Senin.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan itu, Retno juga mengatakan bahwa Asean memiliki peran yang begitu penting di kawasan, terutama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.

Meski demikian, hari jadi Asean yang ke-55 ini dirayakan saat ketegangan tengah meningkat di dunia dan rivalitas negara-negara besar terus menjadi disrupsi bagi stabilitas di kawasan Indo Pasifik.

“Secara internal, Asean juga tengah menghadapi tantangan, untuk menemukan sebuah solusi sebagai keluarga dan menangani krisis di Myanmar,” katanya. Retno menyayangkan tidak adanya kemajuan yang signifikan dari pihak junta militer Myanmar, terkait implementasi Konsensus 5 Poin.

“Kami tak membutuhkan kata-kata, namun saat ini kami membutuhkan tindakan untuk mengimplementasikan Konsensus 5 Poin,” ujar Retno. Ia pun menyebut bahwa Asean harus dapat memenuhi harapan masyarakatnya untuk kehidupan yang damai, stabil, dan sejahtera.

Konsensus 5 Poin telah disepakati oleh para pemimpin Asean, termasuk perwakilan Myanmar, dalam pertemuan di Jakarta pada April 2021.

Konsensus tersebut menyerukan penghentian segera kekerasan dan semua pihak melakukan pengendalian sepenuhnya, dialog konstruktif di antara semua pihak, mediasi pembicaraan oleh utusan khusus ketua Asean, ketentuan bantuan kemanusiaan yang dikoordinasikan oleh Asean, serta kunjungan ke Myanmar oleh delegasi Asean yang dipimpin oleh utusan khusus untuk bertemu dengan semua pihak yang berkonflik.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia